Jum'at ini, hari terakhir di bulan Agustus 2007, hampir semua bapak2 di kantorku ga ngantor krn mereka mau maen golf bareng. Entah bareng siapa, mungkin sesama AD satu angkatan dulu untuk sekedar bernostalgia, menikmati weekend atau seperti biasa, dengan maksud dan tujuan politik di belakangnya. So hari ini hanya ada aku, pak BS, Mas Nt, para OB, receptionist and security guards.
Aku mulai mereview keberadaanku di kantor ini, di lingkungan ini, setelah 6 bulan aku bergabung dengan tim ini.
Entah apa daya tarik yg ada sehingga aku memilih untuk bergabung dgn tim ini. Padahal pd saat yg sama aku jg keterima di Sampoerna Foundation utk pekerjaan yg jg menantang, aku suka, dan bekal yg aku dpaat dr pekerjaan sebelumnya akan terpakai. Selain itu, SF menawarkan gaji yg hampir 2 kali lipat, dan fasilitas2 yg menggiurkan seperti adanya kendaraan operasional kalo aku hrs bepergian, pinjaman laptop krn most of the time aku hrs buat tulisan, serta tunjangan2 lain. Seems perfect.... Berandai2 jika aku memilih bekerja dgn SF....Aku bisa menulis, sambil mengasah otak dgn menganalisisnya, research yg pasti aku suka, meeting dgn orang2 penting, bernegosiasi dan bakalan sering travel jkt-bandung dan sekitarnya.
Ya, 6 bulan lalu adalah salah satu saat yg berat utk dilalui, krn aku dihadapkan dengan 3 pilihan.
Perusahaan multinational yg sudah setahun lebih aku bersamanya, yg telah mau memberangkatkan aku ke negara kecil dan maju, tetangga kita itu utk digembleng, dengan segala suka duka, pengalaman dan ilmu yg kudapat darinya, mengharap aku msh mau bekerja dengan mereka.
Aku sadar mereka memang sangat membutuhkan orang2 berpengalaman, mengingat mereka baru saja membuka kantor di Indonesia ini. Walalupun bosku saat itu berusaha menahanku dgn berbagai cara, mengiming2i berbagai posisi yg sangat mungkin aku dapatkan, mengatakan bahwa big boss dr Singapore akan datang sebentar lg dan dia ingin bicara 4 mata kepadaku utk work out something yg mgkn bs mencegah aku utk keluar dari sana (which i know sometimes it's full of s**t). Selain itu ia mengatakan kesempatan2 lain yg akan aku dapatkan jika aku mau bertahan disana..... Oh......andai aku bisa.....
Saat itu aku dapat kekuatan yg selama ini aku ga miliki. Aku berani sekali utk mengatakan: " Thank you but all i need is not a new position, a new division, but i nedd a new environment, that's why i decide to leave"....... Setelah mengucapkan itu aku sempat kehilangan kesadaran sepersekian detik, merasa sedih telah menolak tawaran, sekaligus bangga pada diri sendiri krn akhirnya aku berani berkata begitu pd seorang boss. God, aku sangat tidak suka suasana perpisahan, resigantion dan saat ngomong langsung utk melakukan penolakan.... Tp perusahaan itu jg yg telah mengajarkanku utk berani mengemukakan dna mengekspresikan diri. Sungguh, bukan suatu hal yg mudah aku melakukan ini. Aku merasa apa yg mereka telah berikan padaku belum seimbang dgn apa yg aku beri, tp aku harus pergi......
SF mewawancaraiku sejak Januari, namun blm bisa memutuskan krn mereka msh memiliki masalah intern dgn administrasinya. Tapi aku punya feeling bagus akan diterima, krn setelah interview Pak ARN langsung memberikan kartu namanya. Dari pengalaman aku sebelumnya, di SC Bank dan ME, kalo si pewawancara memberikan kartu nama, itu pertanda positif. Setelah waktu yg ia janjikan akan menelponku utk memberikan keputusan sudah lewat, aku berani utk menelepon bapak itu. Jawaban pertamanya memang dia blm bs memutuskan krn memang lembaga yg akan dibangun ini msh tahap awal, perlu persiapan ttg kontrak karyawan dan masalah administrasi lainnya.
Seminggu kemudian, dia di luar negeri. Seminggu lagi, dia dlm perjalanan ke Bandung ketika aku telepon, jawabannya msh sama. Aku bilang bahwa aku sangat tertarik utk pekerjaan ini, tp aku ga mau ketergantungan dan menelepon dia terus2an. Akhirnya dia berjanji akan memberi kabar pertengahan Maret. See how persistent i am?? Dan aku sudah bisa merasakan chemistry dari sang manager akademik dari SBM- ITB itu. Dia tidak keberatan aku meneleponnya berulang kali, krn dia tau aku suka pekerjaan ini, dan rasanya kalo boleh ge er, dia jg suka dgn profile aku, dan sangat ingin mempekerjakan aku..hehehe.
Pertengahan Maret sudah berlalu dan aku sudah menjalani interview yg lain, yg sama anehnya, krn aku tidak pernah apply utk pekerjaan itu. Dan ketika aku dan bosku yg skrg ini akhirnya bersepakat "YA", SF jg memberikan kabar "YA". Dan keduanya mengharapkan aku bisa bergabung 2 minggu lagi, awal April. Kembali aku berada dlm keadaan yg tidak nyaman. Telah bersepakat "YA" dgn pekerjaan yg prosesnya lebih cepat daripada pekerjaan yg aku sangat inginkan. Dan pekerjaan yg aku sangat inginkan itu memang menawarkan hal2 ygmenggiurkan.
Gaji luamayan(well, utk ukuran lulusan S1 IPB yg kerja di Indonesia, segitu termasuk besar), kerja di Sudirman bling-bling, di gedung yg sangat bergengsi, fasilitas dan tunjangan.....Uhh.....
Aku berkata jujur pada bosku yg telah aku sepakati "YA" bahwa SF menerimaku jg (tp aku tdk blg ttg gaji dan sgl fasilitas), aku hanya berkata bahwa aku jd bimbang, krn aku jg suka perkerjaan yg SF tawarkan.
Bosku tdk memaksaku utk mengambil pilihan yg skrg ini.........Sungguh seorang wanita yg jg bs menjadi sumber inspirasiku..... Orangnya cantik, pintar, baik, kabutuhan materi jelas tidak kurang, orang terkenal pula.... Well, i could only see her on TV or newspapaer before.
Ya, dan aku memberanikan diri lg untuk berkata "Tidak" (dgn sangat berat hati) kepada SF.
Disinilah aku sekarang....... Entah bekerja sbg apa, krn bosku itu pun tdk menemukan kata yg tepat utk manamai kedudukanku di sini. Boleh dibilang aku tdk punya rekan kerja yg sama tugasnya dgnku. Aku sendiri di ruangan ini.
Di ruangan lain, bapak2 purnawirawan TNI yg dulu sewaktu masih aktif, mereka menjabat posisi penting di Indonesia ini. Jadi bosku itu satu2nya wanita dan dari kalangan sipil (non militer) di kantor ini. Setelah dia merekrut aku, kita berdua lah wanita di kantor ini yg mengerjakan misi ini. Ada seorang wanita lain, dosen di Univ Moestopo Beragama, tp dia tdk begitu concern dgn project ini. Ibu dosen dan bosku itu jarang datang ke kantor ini, jd sehari2 aku sendiri lah wanitanya, paling muda dan paling tdk berpengalaman dlm politik.
Aku diperlakukan sama dgn bapak2 itu. Tiap pagi datang, OB menyiapkan minuman buatku, dan aku bisa meminta tolong mereka jg utk melakukan apa pun. Aku makan siang jg bareng dgn bapak2 itu, di ruangan makan yg proper (pegawai lain di dapur). Kadang sungkan bareng dgn mereka, tp mereka selalu mengajakku utk makan bareng, dan aku ga mungkin menolak. Kadang2 ketika kita sedang makan siang, ada tamu yg langsung diajak makan jg, dan ternyata tamu itu adalah menteri lah, kedubes lah, orang penting deh.... trs mereka bicara politik, politik dan politik yg kadang aku ga nyambung dan hanya bs diam dan menyimak..... Sungguh sungkan..... Tp ya itu td, aku diposisikan utk bareng2 dgn mereka. Paling2 akunya saja yg menyesuaikan dan tahu diri utk tdk berlama2 dgn mereka jika mereka akan membicarakan hal sangat rahasia dan sebaiknya aku tidak usah tau.
Kadang sangat tersiksa untuk menentukan apakah aku sebaiknya terlibat atau tidak dlm suatu diskusi, apakah aku hrs makan siang duluan krn bapak2 itu nanti akan makan siang bareng dgn bbrp tamunya (tp kalo aku duluan terkesan tdk sopan, dan mereka akan mencariku lg ketika mereka akan makan, tp aku sungkan utk bareng2 dgn para tamu yg aku ga kenal dan mereka biasanya lanjut diskusi penting), apakah aku hrs sering2 nongol ke ruangan bapak yg dianggap komandan di sini, apakah hrs begini atau hrs begitu.....arrrrghh.......
Senang rasanya ketika bosku dan rekannya yg kuanggap bos jg, datang menyambangiku. Suasana jd tdk terlalu kaku khas militer, kita bs bercanda, akrab dan ketawa-ketiwi lepas bgt. (ketawanya bos ku khas bgt, ngakak, renyah...). Aku sungguh ga suka suasana kaku. (well, kadang ngerasa di militer itu bnr2 hrs tunduk dgn atasan yg lebih tua, dan yg muda hanya bs nurut, ga boleh bantah......arrrgh.....aku kadang ga tahan..... I miss my freedom and independence that i used to get when i was with ME)
Setelah 6 bulan disini, aku merasa tidak begitu berarti............ dan bertanya2 apakah mereka mempertimbangkan keberadaanku disini berarti atau tidak.......
Ternyata....... aku naik gaji.....Alhamdulillah......
Sedikit memberi jawaban ttg pertanyaan apakah mereka menganggap ku berarti dan mengakui keberadaanku di sini......
Tapi aku msh selalu bertanya dlm hati, "Mei....kamu ngapain sih di sini?"
Thursday, 30 August 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment