Tuesday, 25 December 2007

Beberapa Persamaan Itu

* Tidak suka binatang/bersentuhan dgn binatang, walaupun tetap tidak mau dan tidak setuju mereka disiksa dan diperlakukan tidak baik.
*Praktikal, tidak mau terlalu terganggu dgn aturan yg complicated yg malah akan membuat kurang fleksibel
*Punya prinsip bahwa bekerja dgn orang lain hrs memiliki rasa aman, nyaman dan trust
*Bergaul di lingkungan yg somehow memposisikan kita adalah the only one (The only woman, the youngest, dll)
*Berusaha baik sama semua orang, walaupun kadang sadar bahwa kebaikan kita disalahgunakan orang yg kurang ajar
*Berani ngomong, ceplas ceplos, kadang ngejeplak utk hal2 yg ga terlalu dikuasai (sebenernya, hehehe), tapi pede aja lagee....;)

Akan ditambahkan lagi kalo gw pas nemu kenyataan2 lagi yg membuat gw merasa, jln hidup gw mungkin akan sama dgn beliau (semoga sih....hehehehe)

Tuesday, 18 December 2007

Andrea Hirata

Gw terbius membaca novelnya Andrea Hirata. Dia memang penulis yg out of the blue. Blm pernah nulis apa2 sebelumnya, tau2 bikin tetralogy yg bagus bgt. Completely named: Tetralogi Laskar Pelangi. Tp sebenernya Laskar Pelangi itu judul buku pertamanya. Buku kedua: Sang Pemimpi, and Edensor buku ketiganya.


Denger2 sih, dia ga niat utk menerbitkan tulisannya itu, krn niat awalnya cerita itu didedikasikan utk guru SD nya. Then, accidently temennya ga sengaja baca naskah itu dan merasa tulisan dia buagus bgt utk dipublikasi.


Sejalan dengan buku The Secret yg gw baca sebelumnya (hm, sblmnya blm tamat sih bacanya, abis lama2 boring, mengambil quote2 dari orang2 terpelajar gitu). Inti ajarannya kira2: jangan pernah berhenti untuk bermimpi, berpikirlah positif bahwa kita bisa meraih mimpi itu. Dan jangan pernah berhenti utk mencari dan memanfaatkan kesempatan yg dateng utk meraih mimpi itu. Kita ga akan pernah tau jalan yg kita tempuh untuk menuju mimpi itu. Tak ada kejadian sekecil pun yg terjadi karena kebetulan. Tuhan mendengar mimpi kita. Alam memiliki kekuatan untuk menarik segala hal yg kita pikirkan.


Kayany, kalo diinget2 hal2 yg terjadi sama gw sekarang adalah hal2 yg jg sbelumnya gw udah pernah pikirkan, baik dlm waktu dekat atau udah dari kapan2 tau.

Hal2 simple yg gw pernah pikirkan waktu kecil seperti:



Gw pengen punya tmn namanya Rena ( i donno why i had this kind of wish), pas kuliah gw punya 3 tmn namanya Rena.


Gw pengen bisa English aktif, yah secara ga sengaja pas kuliah gw ikutan suatu organisasi yg gada matinya: iaasworld.org
Gw pengen ngerasain kerja di luar negeri, Alhamdulillah udah tercapai, dan ga tanggung2, kerja di luar negeri hampir setahun dgn fasilitas yg wokeee. Ga terbayang bakal sebagus itu sih priviledge yg gw dapet. Alhamdulillah banget.

Gw pengen punya temen buanyaaaakkkk, dr berbagai kalangan. Sekarang gw bisa berakrab2 mulai dari tukang ojek, tukang warnet sampe para pejabat di sana.

dan lain sebagainya yg kayanya buanyaaakkk bgt lamunan2 jaman dulu menjadi kenyataan.

Jadi, gw ga mau berhenti melamun dan mikirin hal2 yg gw mau.

Gw yakin, Allah bisa mendengar dan mengetahui apa yg gw mau dan butuhkan dan akan membuat alam mempersatukan segala kekuatannya utk mewujudkan impian2 dan lamunan2 itu.


Thanx Andrea Hirata, seorang penulis Indonesia yg bisa menggugah gw.

Buku2 lain yg sejenis, pasti karangan orang luar, termasuk The Secret dan Life Without Limit yg gw baca sebelumnya.

Monday, 26 November 2007

Having a good memory of a good friend

Gw tau seharusnya posting kali ini supposed to be lanjutan cerita jalan2 gw bareng Mac.
Hm, tapi biarlah jalan2 itu jadi kenangan gw ama dia aja. Banyak bgt kejadian2 lucu yg kita alami bersama, dan tentu saja Mac, kamu bukanlah nasi yang sudah menjadi bubur ;).....hahaha
Mari buat buburnya jadi enak.

Setelah Mac pergi ke Pangandaran dan lanjut perjalanannya ke Jokja, Surabaya, Madura, Bali, back to Surabaya lagi trus Semarang, akhirnya kita ketemu lg di Jkt. Dia mau lanjut travelnya ke Medan, flightnya dari Jakarta, jd mampir bentar n kita ketemuan.

Lucu banget smsnya ke gw: "Hi, i have a flight to Med from Jkt on thursday. If u want to see rasta hair, u should come to hoka hoka after work on wednesday."
What he means by hoka hoka adalah Hokben, di mall ambasador. Waktu msh di jkt, kita sempet makan di situ. Dia suka duduk di dkt jendela, krn viewnya ada bbrp skyscrapers di Sudirman. Dulu sih dia sempet menyalahkan makanan di hokben krn abis itu dia kena diare. Hm...aneh, dia blg suka makanan jepang and get used to it, masa' sih bikin diare. Yang ada skrg dia ngajak makan disitu lagi.
Ow, he lied to me that his hair is still the same, not rasta style. Bilang aja lo emang pengen ketemu gw kan?? hehehehe....Ga papa kok, gw jg seneng banget ketemu dia ;).

Sambil makan, dia cerita buanyaaaakkk bgt pengalamannya selama travel di pulau Jawa and Bali.
Intinya, he had fun tp sedih at the same time, krn udah liat desa dan penduduk yg miskiiiiin bgt, and he got too involved (as he sent me a message about that as well).

Abis makan kita nonton. Setelah nonton, on the way home, tibalah saat pembicaraan itu. Yah, dia ngungkit lagi ttg hubungan kita. Di mana gw udah ga tertarik utk ngebahasnya. Gw cuma bilang " I don't know".
(When i say "I don't know" it really means I DON'T KNOW).

Yeah, gw emang suka jg ama dia, somehow gw ngerasa click. Gw jg udah jujur kok bilang bahwa i emotionally feel close to him. Saat itu dia cuma senyum (sial, gw rasa dia senyum puas gitu, setelah dulu pas dia blg suka gw cuekin). And honestly, setelah gw putus, cuma dia yg sempet ngisi kekosongan di hati gw. (ceilehhh...jd melo gini. Tp jujur aja sih, gw susah utk suka ama cowo2 yg gw kenal di Jkt ini). Tapi apa daya.......Dia seorang world traveller, abis ini dia mau ke India utk bbrp bulan juga, abis itu dia blm tau mau kerja apa lagi di London sana. dan dia blm bisa mutusin kapan akan hidup settle, ga mengembara terus2an gitu. (see, conversation kita udah cukup mendalam dan jauh ke depan sana).

Jadi, gw jg ga berani to enter into a relationship. So... I really don't know what to do............

Pas udah sampe medan, dia sms yg isinya flirty : "Hi, aku datang Medan sudah. why i suddenly merasa sdkt kesepian? and the bed in the room is too big..."

Gw tantangin aja, n nanya siapa yg dia harap lg terbaring di sampingnya....gyahahahaha

And dia bilang "well, it could have been a nice person who said that she feels emotionally close to me, but it isn't going to be anyone."

Hahaha......

As i told it to mba Mulia, dia bilang utk jadikan teman sehati. kalo suatu saat ketemu lg and masih ada feeling, bisa diterusin, kalo ga ya jd sahabat jauh aja. As it happenned to her with 3 guys.....hahaha....ga nyangka, playgirl juga ya mba ;)

Anyhow, we agree to have a good memory of a good friend.

Really nice to know you......

Monday, 12 November 2007

Mac Madison




It is a new experience for me that I know one of the world traveler. I met him through the hospitalityclub.org, a website for traveler that I just joined. His name is Mac Madison, comes from London, England. Reading his profile on the website made me amazed. He has traveled to more than 20 countries, and he is able to speak at least 6 languages. Wow……. Mac planned to travel to Indonesia for around 2 months, then continue to India after that. This is his first travel to Indonesia and I am very happy to host him and show him a bit about Jakarta. I bet after 2 months of staying here, he will be able to speak with Indonesian slanks already. He is totally into travel and languages.

Mac came on Friday, October 5th in the afternoon. His flight was scheduled to arrive in Jakarta at 3.30 PM, but as usual, the delay made it late until one and a half hour. Mac sent me a message at 5 pm, saying he just landed and he was trying to get the bus (DAMRI) to the place we agreed to meet, Starbucks Café at Plaza Semanggi.

I called the number that he sent me the message from because I thought it was his Indonesian number. But surprisingly, it was a lady who picked up the call. Then I spoke in bahasa Indonesia with her, she said Mac borrowed her mobile phone to send me that message. From there, I started to think that Mac is not an ordinary guy. He’s got something special.

Since a couple of months ago I have been staying with my parents, in a bit suburb of Jakarta, Pondok gede. I thought Mac got a bad first impression right away, looking at the traffic jammed which was very bad at that time because it was Friday night. We started to have a conversation on the taxi to my “village” in Pondok gede. Before going to Indonesia, he traveled for some days in Sweden. He also told me the reason to choose Indonesia for his next destination of traveling. He knows Indonesia is a huge, sunny country with millions of culture, thousands of island, kind people (I figured out lately that the kindness is a bit problem for him hehehe). He had traveled to Asia before; to China, Thailand, Japan, Korea, Vietnam and Hong Kong, but never been to Indonesia.

On Saturday, when we went to Miniatur Park of Beautiful Indonesia (TMII-red), I got a call that I had to come to the office because there’ll be a pleno meeting before the Idul Fitri. We went to my office and I let him go around by himself, and ask to go back to break the fasting. (Yes, he experiences fasting as well. He also does “sahur” with my families). On his way to nowhere (because he hasn’t had Jakarta map at that time), he saw some people playing chess. He came towards them, watched them, and finally they offered him to play. (Can u imagine that?). Then he continued walking around until he reached Monas, and went back to my office for fasting break.

Before going back to my home, Mac bought so many fruits at Hero. He got salak (which he didn’t know how to uncover and eat it), melon, lengkeng, dragon fruit (which my mom wasn’t familiar with), guava, and what else?? On our way to Pondok gede, macet was everywhere. His crazy idea came up, he said he felt like giving the fruits to the buslane passengers, and we’d have fruit party. Ha ha ha….

Mac joined me to meet some friends to have fasting break together. Before that, he also experienced to have hair creambath for the first time. (Well, I guess the term “hair creambath” treatment only happends in Indonesia, because in Singapore I couldn’t find that treatment either, another treatment I had there cost much much more expensive than Indonesian creambath, but they just call it hair treatment, not creambath). Besides, we played bowling 2 hours before the break. So much fun.

Mac stayed at my home until Sunday, and on Monday when I also had to go to work, he moved to Jalan Jaksa, which he found it himself to be a place for foreigners to stay. (I heard about it only, but never been there). Unfortunately, he was sick for a couple of days during his staying there. He went to a doctor who overcharged him, and the doctor said he got infectious bacteria in his throat. I thought it was a shore throat, but it wasn’t. I wasn’t sure if it was because of infectious bacteria in the throat, because Mac’s temperature was high, he also got coughing, and also he felt like having no energy (that what he told me). Whatever it was, hoped he would recover very soon.

In this Idul Fitri, I didn’t go for “mudik”, my dad either, but my mom, my sister and brother did. So, I stayed at home, having family function, welcoming the guests who came, taking care of the food and beverages, cleaning the house, etc, just like a housewife. But that was OK lah ;). Luckily, most of my BIG family members are in Jogja, so I don’t have to spend so much time in having family functions in Jakarta.
After I finished all the Idul Fitri things on the first day, Mac sent me a message and asked to come along to Bogor Botanical Garden (Kebun Raya-Red) a day after that. Since I was free, so I decided to come along with him.

Walking around with him in BBG was like walking in a red carpet in Oscar Award (hahaha, I’m trying to say that he was a center of attention, and a lot of people said hi to him, wanted to take pictures, ow…...). I felt good also of coming there. Because of the hectic in work before, coming there, taking fresh breath, looking at the trees, made me refreshed. We had lunch at De Daunan Café (yeah I know, it’s an overpriced café, but no other choice), then we enjoyed the BIG garden while having a chat to get to know each other more. Mac told me a lot of his travel experiences. He ensured me that I don’t have to be rich to travel the world (I still couldn’t accept that, because in Indonesia, people who are traveling are just next to be rich).

I think it’s different in Europe. There, (for European) people don’t need visa to travel along the EU countries and countries are accessible with good transportation system. But here, to go abroad we need to pay for 1 million rupiahs, besides the visa if we go to outside South East Asia. Even to travel along the islands in Indonesia is not well accessible, we need to put much efforts. So, money is really a matter.

Continue to next post, which will tell about our trip in Bandung………..

Tuesday, 2 October 2007

Just wanna remember all

So how is it big boss?? R u satisfied with all of that guests coming 2 ur declaration yesterday??

I hoped u know that i slept only for 2-3 hours a day, for a week before ur day.
I don't expect anything form that. If u're successful, i'm also proud to myself.

But, looking at the reality now, Mr Big Boss, u and ur family members don't look good at all to be the first family for this country.

U and the rest of ur family need to learn to respect and appreciate people much more.

Remember, it is not u who come with all the ideas.
If u dissapointed the team, we'll leave u and u'll be sorrounded only by those "butterer-up" people, corrupters and all the people who are thirsty with power.........

I'm giving u deadline. If u stay the same....i'll leave...................
And i'm sure, it is ur lost to let me go. I can guarantee, u can't get anybody like me for ur staff, with all my pluses and minuses...........
Too bad if u can't realise it..................While for me, i still get a lot of opportunities to explore my self....................and decide nothing to do with u...........................

Well, just for my memory that untill now, people that i meet, shake hands, and just say hi are:
1. ur self Mr Big Boss ( i still don't like u, after months of my exploration towards u)
2. Mr HP ( i really admire u.....why don't u declare for ur self to be a president....NOT HIM)
3. Mrs. YM ( i like u soooo much boss...thank u for this opportunity to join this environment)
4. Mr FZ (u're such a nice army with all the maturity and love u have)
5. Mr. WP (well, i know u're a comissioner of a big company, and ex state-owned oil company president director, but it doesn;t mean that u control the universe, and don't butter people up, please.....)
6. Mr. HA (u're just such a pretender-to-be- busy guy, i know u don't work that hard in this team, and i know u don't use the money u requested well. Anyway....hope u back to the line)
7. Mr. SE ( as a senator in south of jkt, u're quite nice, but still i can see ur ambition to butter up and stand out figure)
8. Mr. RR (bloody hell.....i wonder why a guy like u can be a politician, u'd better go to hell sir)
9. Ms. RS (u're just a daughter of rich parents, that's it. i can't see ur potential, ur caring towards people, ur intelligent....too bad....if i were a daughter of a governor, i can do more than u)

And there are a lot more people that i'm still searcing whether they're really sincere to work or just opportunists............

Tuesday, 25 September 2007

in a zero spirit

Today, there will be another meeting, and i think it will last longer than yesterday.

I'm starting to get bored with this. I can't seem to find my role and existance here.........

I want this all gets over soon.............

what a me.....

When i'm feeling successfully get out of his shadow,

He comes again.............

and there is a slight memory that i still remember,
now i feel that i failed.................

I'm just afraid that everything is repeating again,

I don't wanna feel another brokenheart....

Thursday, 20 September 2007

Don't u ever think about that

No matter how hard u try, u're not gonna get me.

Don't u ever think about that.

All of what u do, will be just in vain,

'cause i'll be just letting it go.

A guy is starting to make me uncomfortable......:(
He's like stalking at me, watching in everything i do......
and i'm starting to realize what kind of guy he is.....

No...................

I said to my self......................

I don't wanna fall for a guy like that, no matter how hard he tries to get near to me.......

No.........................

Stay awaaaaaaaaaaaaaaay...........................................

Thursday, 6 September 2007

Gelar dan Penghargaan dari Keraton

Saya baca bbrp koran edisi weekend kemarin yg memberitakan bahwa beberapa tokoh nasional mendapatkan penghargaan dan gelar kebangsawanan dari Keraton Kasuhunan Surakarta. Berita tersebut membuat saya berpikir dan merenungi apakah makna dari gelar dan penghargaan tersebut saat ini.

Sedikit mereview bahwa gelar dari keraton memiliki tingkatan. Berdasarkan cerita dari Ibu BRAy Mooryati Soedibyo, sy membuat sedikit catatan ttg urutannya. Berikut urutan dari yg terendah (untuk pria):

Kanjeng Raden Tumenggung (KRT)
Kanjeng Raden Haryo Tumenggung (KRHT)
Kanjeng Raden haryo (KRH)
Kanjeng Pangeran (KP)
a. Kanjeng Pangeran Panji (KPP)

b. Kanjeng Pangeran Aryo (KPA)
c. Kanjeng Pangeran haryo (KPH)

Gonjang-ganjing di Keraton Surakarta saat ini masih berlangsung, di mana ada 2 orang keturunan Raja Paku Buwono (PB) XII yg telah wafat, memperebutkan tahta kekuasaan utk menjadi PB XIII. Kedua keturunan PB XII tersebut adalah KGPH Hangabehi dan KGPH Tedjowulan. Keduanya merasa dirinyalah yg berhak menyandang gelar Raja Surakarta PB XIII. KGPH Tedjowulan menjadi PB XIII berdasarkan versi dari lembaga bentukan PB XII yg mengeluarkan Surat keputusan (SK) yg ditandatangani pejabat tinggi tiga lembaga kekeratonan. Isi dari surat wasiat itu adalah menunjuk KGPH Tedjowulan sbg penerus tahta.

Saudara sekandung KGPH Hangbehi dan kerabatnya menentang keputusan itu. Mereka menganggap Hangbehi lah yg berhak atas tahta kerajaan dan mengaku memiliki wasiat PB XII soal penunjukan penerus tahta utk Hangabehi. Maka mereka jg melantik Hangabehi menjadi raja.
Jadi skrg ini Kerajaan Surakarta punya 2 raja dengan pengikut masing2.

Kembali ke pemberian penghargaan dan gelar tadi, yang mengadakan acara tsb adalah versi Raja Tedjowulan. Sejumlah tokoh nasional, politikus, menteri, pengusaha dan artis diundang untuk menerima gelar ini. Di antaranya Sutiyoso dan I Putu Ari Suta yg memperoleh gelar KPA, mantan Puteri Indonesia 2005 dan 2006, Artika Sari Dewi dan Agni Pratistha menerima gelar Kanjeng Mas Ayu Tumenggung (KMAT). Selain itu Wardiman Djojonegoro dianugerahi gelar Kanjeng Pangeran, sedangkan Ferdi Hasan menjadi bergelar KRT. Di samping itu, Akbar Tandjung, Ari Suta Notonegoro, Poppy Darsono dan Sri Edi Swasono mendapatkan penghargaan Sri Kabadyo atas segala usahanya mempertahankan tradisi kebudayaan keraton.

Ada sejumlah media yg menyebutkan bahwa sebenarnya ada bbrp menteri dan tokoh lain yg semula akan dianugerahkan gelar juga, namun ketika hari H (Minggu, 2 September), mereka tidak datang. Di antara tokoh yg tidak datang ada mantan Ketua BIN AM. Hendropriyono, Gubernur Terpilih DKI Jkt, Fauzi Bowo, Jero Wacik, Erman Suparno, Joko Kirmanto dan Ferdi Hasan. Mereka memiliki alasan masing2 mengapa tidak datang ke undangan kerajaan tsb.

Yg mengganjal di hati saya adalah pertanyaan ”what’s next?”

Apa yg akan terjadi setelah mereka mendapat gelar dan penghargaan tsb?? Apakah mereka menjadi sakti mandraguna yg ga mempan ditembak or whatever, menjadi super kaya krn memiliki jatah kekayaan keraton, naik pangkat dan jabatan, lebih dihormati dan dijunjung tinggi???

Saya rasa jawabannya hampir pasti tidak.....

Sepulang mereka ke rumah masing2, yg gubernur tetap jd gubernur (ga jadi pangeran gubernur), yg artis tetap jd artis (ga jadi ratu artis), yg politikus tetap jd politikus. Dan kalo mereka melakukan kesalahan di muka hukum (KKN, membunuh, mencuri dll) mereka tetap akan dihukum dan masyarakat pun tetap akan membenci mereka. Mereka jg msh berdosa kalo melakukan larangan Tuhan. Bagaimana pula jika Raja yg memberikan gelar tsb ternyata bukan Raja yg sah, gelar itu akan tidak berarti dan bermakna bahkan di kalangan kerajaan yg sebenarnya.

(Ups, sy bukan pendukung Tejowulan atau Hangabehi loh....sy berpikir dlm koridor yg netral)

Ya memang sih segala gelar itu sebagai tanda penghormatan semata. Tp kl rajanya ga jelas siapa, kan ketahuan bahwa urusan intern di dlm kerajaan secara keseluruhan sedang ada masalah, lah kok malah sempat2nya memberikan gelar2 kepada orang lain.

Tapi, bagaimana pun juga, semoga mereka yg sudah menerima gelar dan penghargaan tersebut dpt menjadi lbh baik. Yang pejabat dan politikus jd bener2 bersih dan malu untuk melakukan hal2 negatif, yang artis jg jd artis yg lebih baik, ga kena gosip2 miring, lurus or keriting:P, menghibur masyarakat dgn cara yg lebih bagus lg, dlsb.

Kalo saya sih, misalkan akan dianugerahi gelar dgn keadaan spt ini (tidak jelas siapa sesungguhnya Raja di kerajaan ini), sy akan menolak dgn alasan belum siap atau apa pun yg kira2 masuk akal dan bisa diterima.

(Wakakaka...boleh dunk berandai2...., lagipula siapa juga yg bakal ngasih gw gelar, darah gw sampe tetes terakhir jg merah, bukan biru hihihi.... gelar Sarjana Pertanian aja jarang gw pasang di CV).

So, dengan analisis sebatas kemampuan sy, secara tidak sengaja sy mendukung para tokoh yg berani utk tidak dtg menerima gelar tersebut.
Sy rasa mereka yg tdk dtg itu mengerti keadaan yg sebenarnya (well, maybe some of them just really can’t make it on that day). Dan mereka akan menerima gelar setelah jelas siapa Raja yg benar2 sah menjabat sbg Raja PB XIII.

**************Ceileh, tumben gw mau nulis ttg hal-hal ky gini*************

Thursday, 30 August 2007

Aku ga tau

Jum'at ini, hari terakhir di bulan Agustus 2007, hampir semua bapak2 di kantorku ga ngantor krn mereka mau maen golf bareng. Entah bareng siapa, mungkin sesama AD satu angkatan dulu untuk sekedar bernostalgia, menikmati weekend atau seperti biasa, dengan maksud dan tujuan politik di belakangnya. So hari ini hanya ada aku, pak BS, Mas Nt, para OB, receptionist and security guards.

Aku mulai mereview keberadaanku di kantor ini, di lingkungan ini, setelah 6 bulan aku bergabung dengan tim ini.

Entah apa daya tarik yg ada sehingga aku memilih untuk bergabung dgn tim ini. Padahal pd saat yg sama aku jg keterima di Sampoerna Foundation utk pekerjaan yg jg menantang, aku suka, dan bekal yg aku dpaat dr pekerjaan sebelumnya akan terpakai. Selain itu, SF menawarkan gaji yg hampir 2 kali lipat, dan fasilitas2 yg menggiurkan seperti adanya kendaraan operasional kalo aku hrs bepergian, pinjaman laptop krn most of the time aku hrs buat tulisan, serta tunjangan2 lain. Seems perfect.... Berandai2 jika aku memilih bekerja dgn SF....Aku bisa menulis, sambil mengasah otak dgn menganalisisnya, research yg pasti aku suka, meeting dgn orang2 penting, bernegosiasi dan bakalan sering travel jkt-bandung dan sekitarnya.

Ya, 6 bulan lalu adalah salah satu saat yg berat utk dilalui, krn aku dihadapkan dengan 3 pilihan.

Perusahaan multinational yg sudah setahun lebih aku bersamanya, yg telah mau memberangkatkan aku ke negara kecil dan maju, tetangga kita itu utk digembleng, dengan segala suka duka, pengalaman dan ilmu yg kudapat darinya, mengharap aku msh mau bekerja dengan mereka.

Aku sadar mereka memang sangat membutuhkan orang2 berpengalaman, mengingat mereka baru saja membuka kantor di Indonesia ini. Walalupun bosku saat itu berusaha menahanku dgn berbagai cara, mengiming2i berbagai posisi yg sangat mungkin aku dapatkan, mengatakan bahwa big boss dr Singapore akan datang sebentar lg dan dia ingin bicara 4 mata kepadaku utk work out something yg mgkn bs mencegah aku utk keluar dari sana (which i know sometimes it's full of s**t). Selain itu ia mengatakan kesempatan2 lain yg akan aku dapatkan jika aku mau bertahan disana..... Oh......andai aku bisa.....

Saat itu aku dapat kekuatan yg selama ini aku ga miliki. Aku berani sekali utk mengatakan: " Thank you but all i need is not a new position, a new division, but i nedd a new environment, that's why i decide to leave"....... Setelah mengucapkan itu aku sempat kehilangan kesadaran sepersekian detik, merasa sedih telah menolak tawaran, sekaligus bangga pada diri sendiri krn akhirnya aku berani berkata begitu pd seorang boss. God, aku sangat tidak suka suasana perpisahan, resigantion dan saat ngomong langsung utk melakukan penolakan.... Tp perusahaan itu jg yg telah mengajarkanku utk berani mengemukakan dna mengekspresikan diri. Sungguh, bukan suatu hal yg mudah aku melakukan ini. Aku merasa apa yg mereka telah berikan padaku belum seimbang dgn apa yg aku beri, tp aku harus pergi......

SF mewawancaraiku sejak Januari, namun blm bisa memutuskan krn mereka msh memiliki masalah intern dgn administrasinya. Tapi aku punya feeling bagus akan diterima, krn setelah interview Pak ARN langsung memberikan kartu namanya. Dari pengalaman aku sebelumnya, di SC Bank dan ME, kalo si pewawancara memberikan kartu nama, itu pertanda positif. Setelah waktu yg ia janjikan akan menelponku utk memberikan keputusan sudah lewat, aku berani utk menelepon bapak itu. Jawaban pertamanya memang dia blm bs memutuskan krn memang lembaga yg akan dibangun ini msh tahap awal, perlu persiapan ttg kontrak karyawan dan masalah administrasi lainnya.

Seminggu kemudian, dia di luar negeri. Seminggu lagi, dia dlm perjalanan ke Bandung ketika aku telepon, jawabannya msh sama. Aku bilang bahwa aku sangat tertarik utk pekerjaan ini, tp aku ga mau ketergantungan dan menelepon dia terus2an. Akhirnya dia berjanji akan memberi kabar pertengahan Maret. See how persistent i am?? Dan aku sudah bisa merasakan chemistry dari sang manager akademik dari SBM- ITB itu. Dia tidak keberatan aku meneleponnya berulang kali, krn dia tau aku suka pekerjaan ini, dan rasanya kalo boleh ge er, dia jg suka dgn profile aku, dan sangat ingin mempekerjakan aku..hehehe.

Pertengahan Maret sudah berlalu dan aku sudah menjalani interview yg lain, yg sama anehnya, krn aku tidak pernah apply utk pekerjaan itu. Dan ketika aku dan bosku yg skrg ini akhirnya bersepakat "YA", SF jg memberikan kabar "YA". Dan keduanya mengharapkan aku bisa bergabung 2 minggu lagi, awal April. Kembali aku berada dlm keadaan yg tidak nyaman. Telah bersepakat "YA" dgn pekerjaan yg prosesnya lebih cepat daripada pekerjaan yg aku sangat inginkan. Dan pekerjaan yg aku sangat inginkan itu memang menawarkan hal2 ygmenggiurkan.
Gaji luamayan(well, utk ukuran lulusan S1 IPB yg kerja di Indonesia, segitu termasuk besar), kerja di Sudirman bling-bling, di gedung yg sangat bergengsi, fasilitas dan tunjangan.....Uhh.....

Aku berkata jujur pada bosku yg telah aku sepakati "YA" bahwa SF menerimaku jg (tp aku tdk blg ttg gaji dan sgl fasilitas), aku hanya berkata bahwa aku jd bimbang, krn aku jg suka perkerjaan yg SF tawarkan.

Bosku tdk memaksaku utk mengambil pilihan yg skrg ini.........Sungguh seorang wanita yg jg bs menjadi sumber inspirasiku..... Orangnya cantik, pintar, baik, kabutuhan materi jelas tidak kurang, orang terkenal pula.... Well, i could only see her on TV or newspapaer before.

Ya, dan aku memberanikan diri lg untuk berkata "Tidak" (dgn sangat berat hati) kepada SF.

Disinilah aku sekarang....... Entah bekerja sbg apa, krn bosku itu pun tdk menemukan kata yg tepat utk manamai kedudukanku di sini. Boleh dibilang aku tdk punya rekan kerja yg sama tugasnya dgnku. Aku sendiri di ruangan ini.

Di ruangan lain, bapak2 purnawirawan TNI yg dulu sewaktu masih aktif, mereka menjabat posisi penting di Indonesia ini. Jadi bosku itu satu2nya wanita dan dari kalangan sipil (non militer) di kantor ini. Setelah dia merekrut aku, kita berdua lah wanita di kantor ini yg mengerjakan misi ini. Ada seorang wanita lain, dosen di Univ Moestopo Beragama, tp dia tdk begitu concern dgn project ini. Ibu dosen dan bosku itu jarang datang ke kantor ini, jd sehari2 aku sendiri lah wanitanya, paling muda dan paling tdk berpengalaman dlm politik.

Aku diperlakukan sama dgn bapak2 itu. Tiap pagi datang, OB menyiapkan minuman buatku, dan aku bisa meminta tolong mereka jg utk melakukan apa pun. Aku makan siang jg bareng dgn bapak2 itu, di ruangan makan yg proper (pegawai lain di dapur). Kadang sungkan bareng dgn mereka, tp mereka selalu mengajakku utk makan bareng, dan aku ga mungkin menolak. Kadang2 ketika kita sedang makan siang, ada tamu yg langsung diajak makan jg, dan ternyata tamu itu adalah menteri lah, kedubes lah, orang penting deh.... trs mereka bicara politik, politik dan politik yg kadang aku ga nyambung dan hanya bs diam dan menyimak..... Sungguh sungkan..... Tp ya itu td, aku diposisikan utk bareng2 dgn mereka. Paling2 akunya saja yg menyesuaikan dan tahu diri utk tdk berlama2 dgn mereka jika mereka akan membicarakan hal sangat rahasia dan sebaiknya aku tidak usah tau.

Kadang sangat tersiksa untuk menentukan apakah aku sebaiknya terlibat atau tidak dlm suatu diskusi, apakah aku hrs makan siang duluan krn bapak2 itu nanti akan makan siang bareng dgn bbrp tamunya (tp kalo aku duluan terkesan tdk sopan, dan mereka akan mencariku lg ketika mereka akan makan, tp aku sungkan utk bareng2 dgn para tamu yg aku ga kenal dan mereka biasanya lanjut diskusi penting), apakah aku hrs sering2 nongol ke ruangan bapak yg dianggap komandan di sini, apakah hrs begini atau hrs begitu.....arrrrghh.......

Senang rasanya ketika bosku dan rekannya yg kuanggap bos jg, datang menyambangiku. Suasana jd tdk terlalu kaku khas militer, kita bs bercanda, akrab dan ketawa-ketiwi lepas bgt. (ketawanya bos ku khas bgt, ngakak, renyah...). Aku sungguh ga suka suasana kaku. (well, kadang ngerasa di militer itu bnr2 hrs tunduk dgn atasan yg lebih tua, dan yg muda hanya bs nurut, ga boleh bantah......arrrgh.....aku kadang ga tahan..... I miss my freedom and independence that i used to get when i was with ME)

Setelah 6 bulan disini, aku merasa tidak begitu berarti............ dan bertanya2 apakah mereka mempertimbangkan keberadaanku disini berarti atau tidak.......

Ternyata....... aku naik gaji.....Alhamdulillah......
Sedikit memberi jawaban ttg pertanyaan apakah mereka menganggap ku berarti dan mengakui keberadaanku di sini......

Tapi aku msh selalu bertanya dlm hati, "Mei....kamu ngapain sih di sini?"

Monday, 6 August 2007

May U Rest in Peace...

Again, I received an SMS from unordinary person. This time is from a woman that I’ve never met. I think she is a very nice and caring lady, I notice from her words that she types and also from the fact that she still remembers me, even that we’ve never met each other yet. I shed my tear suddenly.

It started around 2,5 years ago, when I did my research to finish my thesis. My subject of research required me to learn about the tissue culture plantation, although I majored at Socio-Economics. I learned from zero about tissue culture, the chemical composition, the seed that we have to select, the techniques of planting it, the price of all the tools and equipments needed to support, etc. I would need to know the feasibility of planting a particular ornamental crop, called Ruscus Aculeatus, in a tissue culture media. It took longer than I predicted because tissue culture is so complicated, and not everybody can do it.

The place that I needed to go to regularly was called Balithi (Balai Penelitian Tanaman Hias) or Indonesian Ornamental Crops Research Institute , located near Cipanas market, West Java. Very fresh air and cold weather still we can get there. I was quiet happy of getting this place as my research sampling area. My lecturer, who is also a socio-economist, didn’t visit me to teach how to do a research in a laboratory. The only laboratory that we have at socio-economics is computer laboratory where we learned about SPSS, Minitab, or other statistic lessons. Totally different with tissue culture lab, indeed hehehe. I was tought only by the head of lab on the first day, and I had to do it by myself for the next.

It was a guy named Bima, a lab keeper who helped me in struggling with my first experience in tissue culture. A Sundanese- Holland, nice, helpful and good looking guy, a year older than me. He finished his study until high school only, majoring on social science. But amazingly, he was trusted as the lab keeper who took care and prepared all the natural science materials, equipments, and chemical compositions for the tissue culture plantation. I was so proud of him, and am still until now.

As a socio-economist, I was not good enough in doing laboratory things. The normal and acceptable failure for the lab people in planting by tissue culture is 20% maximum, and I made a new history with 40%. Oh God, I felt really bad because the head of the lab was quite disappointed and told it to my lecturer, who is a close friend of hers as well. Thank God, my lecturer could understand. She reminded the head of the lab, that I’m not an agronomist, but a socio-economist that used to deal only with agribusiness, not a lab.

Bima gave me so much help by teaching me what to do, helping me prepare all the lab equipments, giving all the datas and infos that I needed, taking me to places that would complete my research, giving me a new spirit after the 40% contaminations, and so on. We spent quite a lot of good times, and became a good friend eventually. He told me almost all of his personal problems and so did I, then we discuss for the solutions. He told me he was very close with her mother, he loves her so much. From there then I knew that he is a nice guy, and I was happy of having a new friend like him.

I was excited and sad at the same time, when I finished my research. I felt satisfied that finally I could finish the hard tissue culture planting, and got an A for the thesis. But, on the other hand I felt that I was gonna lose a good friend like Bima. I felt that I owed him so much, after all those times. I wanted to buy something for him, just as a gift for a good friend. Knowing he loved to wear a cap, I bought one with his favorite style. He told me he liked it so much, good to know. It was the last time I met him.

After graduated, I went to Singapore for work. I called him once or twice just to say hi, and to know he’s ok. He told me he was so proud of me.

A year later, I went back to Indonesia and worked for the same company in Jakarta office. For several months, we didn’t contact each other. Then someday, I felt that I missed him so much and wanted to know how he was doing. I called him up, but there was no answer. I was desperate of calling him, and wondered why he didn’t tell me if he changed his number.

Some days after that, he sent me a message. (God, I have a strong instinct). He told me he missed me and that his mobile was broken. I called him back, it was on Friday, and we had a very long chat. Thank God I can hear his voice again. He also told me he just recovered from an illness. After more than 15 minutes conversation, we know that both of us were having love problem with our own boy/girlfriend. We laughed and cursed our couple each other. We decided to meet in Jakarta in a weekend.

If only I knew it was my last conversation with him, I would not hang up the phone that fast, to talk to him more, and more and more.

On a Sunday morning, 9 days after that conversation, a day after I broke up with my boyfriend that time, I got a call from his number. But it wasn’t him who talked to me. It was her mother, crying and telling that Bima was no longer alive. Exactly on last Friday, he passed away. She didn’t know the cause, no body was besides him when he took his last breath, because he was sleeping. She couldn’t talk any longer, I couldn’t either.

I cried and dropped much tears from my eyes. I lose a good friend of mine. I lose Bima……………………………………………………..
I still couldn’t believe it, that sometimes I still wanted to call him or send him SMS after his death. I can only pray to God, to forgive all his mistakes and give him a good place there.

Months went by, but I will never forget him.

My business in work didn’t give me time and opportunity to come to Cipanas, West Java, to see his cemetery and meet his mom.

These days, I don’t know why I remember about him. And, I don’t know whether it’s just a coincidence or my instinct is really strong, his mom SMS me. She tells me that she remembers me these days (God…..as I these days remember her son), asks me how I’m doing, and tells me how often Bima told her about me when he was still alive.

I drop my tears again, just so sudden………

She says, she wants to see me and know me more. I promise to come to Cipanas as soon as I have free time.

Bima, if only u knew me and your mother really miss u now, babe.

May u rest in peace there....

Thursday, 26 July 2007

Politik Praktis

Whooo......after the evening meeting i got a lesson......Politik Praktis......

Sangat menakutkan di mana sesama competitor saling menjatuhkan dengan cara2 yg......apa ya.....ga bisa dikatakan dengan kata2, krn kita semua td mlm jg kebanyakan cuma bisa geleng kepala mengetahui kenyataan yg terjadi.......leng-geleng-geleng-geleng-geleng>>>>>lagu terbaru Project Pop .....Gyahahahaha.

Lebih menyeramkan lagi setelah mengetahui kenyataan itu kemudian menyadari bahwa orang yg terlibat itu makan siang bareng gw bbrp hari lalu. Well, everything seemed fine. He looked nice.....ga nyangka aja ternyata.......apa mungkin fitnah???? Ga tau deh.....
Menyeramkan dan menyedihkan juga ketika tau, orang itu adalah bapak dari tmn gw sendiri.

OMG................One thing i pray to God....Kalo memang gw hrs terlibat di dunia politik, gw ga mau punya musuh, berusaha netral sama semua kalangan, jd lbh asik mainnya.

I will be just silent.......tengkiu blogger....akyu jd bisa ngeluarin unek2 sama kamyu.....
Soalnya mau cerita ama orang, ga etis ah.....ceilehhh...gw....baru nyemplung dikit ke dunia politik udah mulai jd pendiem ginih.....
(Sssssttt...bwt yg udah terlanjur baca, ikutan silent jg yaaaa:P)
Peace....

Eniwei.......

Semoga lain kali dapet pelajaran lain....

Wednesday, 25 July 2007

Evening meeting

Well... Tonight is the first time i will join the BIG meeting with full team members, at evening time (we used to do it at afternoon).

For evening meeting, my boss used to ask me go home first, and not joining it because it would finish around 12 o'clock midnite.
But today, she asked me to ask for a permission from my parents and offered me to stay at her house tonight. Very nice of her, but i think i would prefer stay at my friend's at Setiabudi.

As usual, the meeting will be at 7 o'clock++.......after dinner.
There will be important people like Mr. HP, BY, Mr. M....hahaha i get used to abbreviations.....
Yeah, in politic we seldom mention a particular person's name, unless in a small limited meeting.

We'll be discussing on the next strategies to overcome the enemies that seem start to "bark" by publishing a book that (i think) not good. They explore all the minuses and the sins that Mr. BY has done. But in fact, the book is just like a cliping form newspapers, with minimum coordination and cooperation among the writers. The writers plan to publish it on last week of July. But fortunately we got it before that.

It made me sick when my boss asked me to read and make a summary matrix about it. There is no clear outlines, unproper sentences, a lot of datas with unclear sources. It is so obvious that the writers or whoever behind them, is just trying to make a bad image of Mr. BY and his peers. But with unintellectual concept though. Stupid.......

I would better prepare to sleep first hehehe.....

Hope the meeting won't be too long......

Monday, 9 July 2007

Brainstorm, that is touching my heart




Thanks to Reynard Cowper, for these brilliant lyrics.....





MAYBE


My body, My hand


My heaven, My land


My guardian angel is mine




You say…


My dreams, My head


My sex, My bed


And it's my Corona with lime




And then I say ..


Maybe we could divide it in two


Maybe my animals live in Your Zoo


Maybe I'm in love with You….




You say.. My hate, My frown


My kingdom, My crown


My palace and court is mine




You say..


My lights, My show


My years to grow


The time that I spend is fine




But then I say ..


Maybe we could divide it in two


Maybe my animals live in Your Zoo


Maybe I'm in love with You….




But You say…


My coat, My hat


My bones, My fat


My zipper is shut by me




You say..


My Skin, My blood


My devil, My God


My freedom is what You see




But still I say


Maybe we could divide it in two


Maybe my animals live in Your Zoo


Maybe I'm in love with You….




My begining, My end


My nuclear bomb to pretend…..




=================================================





ONLINE



I'm reading your letters


I hope you are mine


You say that you're always fine,


But if you feel sad


you can reach me online




I hope you are better,


I'll meet you at nine


You will say that you're always fine


But if you still feel sad


you can reach me online




And you and you and you


Too many passwords,


codes and gateways to reach you




And every time I search that's true,


it's even easier to find U2 than the real U




W, W….too much trouble,


I would say even double


And finally I can't understand it at all


I see the biggest screen without you on my wall




I'm reading your letters


I hope you are mine


You say that you're always fine,


But if you feel sad


you can reach me online




I hope you are better,


I'll meet you at nine


You will say that you're always fine


But if you still feel sad


you can reach me online




Will you come with me to that place


Where heaven meens the sea


We'll be standing face to face


No mobile phones,


so free, so free, so free….




And you and you and you


What would you say


if someone comes to you and asks


"What is Your favourite dream?", …


and I would answer -


"to see HER on my screen"


"All right", he would say,


"then find a real password -


a key to her heart,


Its not too simple, it's not too smart",


and then Your dream will be saved forever…




I'm reading your letters


I hope you are mine


You say that you're always fine,


But if you feel sad you can reach me online




I hope you are better,


I'll meet you at nine


You will say that you're always fine


But if you still feel sad


you can reach me online

Wednesday, 4 July 2007

Love hurts.............

I need u to be here to grow that feeling........
I felt it all my faults.........
I suffer from guilty complex towards you......

I thought i had that strong feeling, but i didn't..........
U're my favourite mistake..........

Maybe we just need more time to spend together............
I can't love you as much as i would like to.........

Can u let time decides, instead......

=================================================

Arrrghhh........

U're forgiven not forgotten..........(hope it should be the opposite)

The most selfish guy i ever know........

Arrrghhh............................................................................................

GOD..................help me out of this feeling......

Thursday, 21 June 2007

Fenomena Motor di Jakarta


Dalam dua minggu belakangan, saya mendapatkan beraneka macam cerita yang melibatkan pengendara motor yang sekarang ini sangat banyak jumlahnya. Mulai dari kecelakaan, diserempet, sepinya pengguna transportasi umum, sampai ditabrak kaca spionnya oleh pengendara motor yang melaju kencang.

Saya secara tidak sengaja, beberapa kali membaca iklan di depan dealer sepeda motor yang berbunyi: “ DP Rp. 500.000, Bisa Bawa Pulang Motor”. Mungkin itulah salah satu penyebab membengkaknya pengguna motor sekarang. Dengan uang muka Rp. 500.000, sudah bisa punya motor, dengan bayar cicilan tiap bulannya.

Selain alasan ekonomi, banyak orang lebih memilih berkendara motor daripada kendaraan lainnya dengan alasan efektifitas waktu. Dengan menyalip dan menyelip di antara kendaraan lain itu lah mereka bisa lebih cepat sampai di tempat tujuan. Apalagi bagi penduduk yang bekerja di Jakarta, namun bertemat tinggal di daerah pinggiran Jakarta atau seputar Bodetabek, pada jam-jam sibuk bermotor akan lebih cepat daripada naik kendaraan umum atau mobil.

Memang sekarang ini, pengendara motor terlihat menyemut di mana-mana. Kadang-kadang saya sendiri sampai takut untuk menyeberang jalan karena kebanyakan mereka selalu mengendarainya dengan kecepatan yang tidak sewajarnya. Selain itu, kelihaian mereka menyalip dan menyelip di antara kendaraan lain pun luar biasa, namun cenderung membuat kita merasa tidak aman. Sering saya menggelengkan kepala sambil menutup telinga, melihat pengendara motor yang berani mengklakson dengan keras bus dan truk untuk disalipnya, kadang-kadang sampai hampir bersenggolan dengan kendaraan yang jauh lebih besar tersebut. Mereka seolah tidak takut untuk menerima resiko yang akan terjadi jika kendaraan yang akan disalipnya itu tidak mau mengalah.


Jum’at, 15 Juni, 2007, saya melewati Jln. Dewi Sartika ke arah Otista jam 8.00 pagi. Ketika lampu merah di persimpangan Jambul, saya melihat deretan pengendara motor yang sampai menguasai setengah jalan raya tersebut, sampai ke ruas jalan dari arah Condet. Benar-benar pemandangan yang membuat geleng kepala. Sayangnya, saya tidak mendapatkan kesempatan untuk mengambil gambarnya, karena saya tidak berani mengeluarkan handphone yang akan saya pakai memotret di tempat keramaian seperti itu.

Ibu saya pernah menjadi korban tabrak motor. Suatu ketika Ibu sedang berkendara motor bersama adik saya yang masih duduk di kelas V SD. Memang Ibu saya itu, sangat berhati-hati (jika tidak ingin dikatakan lambat) dalam mengendarai motor. Tiba-tiba ada motor melaju kencang dari belakang yang akan menyalip, pembonceng motor itu membawa helm yang tidak dipakai hanya di pegangnya. Entah bagaimana helm itu tersangkut di motor Ibu saya mengakibatkan motor Ibu saya berhenti mendadak, kemudian Ibu dan adik saya jatuh terjungkal beberapa meter dari motornya. Ibu luka-luka di kaki dan tangannya, tapi Alhamdulillah tidak terlalu serius, sedangkan adik saya sangat mengherankan baik-baik saja. Pengendara dan pembonceng motor itu adalah siswa SMU. Mereka cukup bertanggung jawab dengan memberikan alamat rumahnya, jika Ibu saya akan minta pertanggungjawaban. Tetapi Ibu tidak melakukannya.

Prof. Dr. Iberamsyah, seorang Guru besar Universitas Indonesia, pada satu kesempatan pernah bercerita kepada saya. Suatu hari ketika beliau berkendara mobil bersama anaknya, tiba-tiba dari belakang ada pengendara motor yang melaju kencang, kemudian menabrak kaca spionnya hingga pecah. Hebatnya, pengendara motor itu hanya mungkin merasa kaget dan shocked, tidak terjatuh, sedikit melihat ke arah kaca spion yang ditabraknya, kemudian langsung tancap gas lagi dengan cepat. Melihat kejadian itu, Pak Prof. Iberamsyah berkomentar,”Kok bisa ya dia tidak jatuh, tapi malah langsung ngebut lagi begitu”. Beliau bersyukur bahwa pengendara motor itu tidak terjatuh. Karena jika sampai terjatuh dan diperkarakan, biasanya pengendara mobillah yang disalahkan padahal jelas-jelas kesalahan pengendara motor. Prof. Iberamsyah memang seorang yang baik hati sehingga beliau tidak emosi dan hanya mengatakan “Biarlah saya harus mengganti kaca spion mobil saya”.

Pada kesempatan lain ketika saya naik Mikrolet, si pengemudi mengeluhkan kendaraan bermotor juga. Ia mengatakan, setelah harga motor murah, penumpang kendaraan umumnya menjadi sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, keagresifan mereka juga bukan main. Sering ketika ia berusaha menepi ke kiri untuk menurunkan penumpang, dari belakang seorang pengendara motor mengklakson keras-keras dan menyelip dari sebelah kiri untuk mendahului Mikroletnya. Biasanya dia langsung mengeluarkan kata-kata kasar dan balas mengklakson dengan keras pula.

Suatu hari ketika saya menumpang mobil Pringgo, seorang teman, dia bercerita sempat merasa dongkol sekaligus heran kepada pengendara motor. Di kemacetan, dia merasa jarak antara bumper depan mobilnya sudah cukup dekat dengan bumper belakang mobil di depannya, tapi ternyata masih ada juga motor yang bisa menyelip di antaranya dan melaju dengan bangga di sela-sela kemacetan itu. Wah, sabar sabar.

Beberapa kejadian di atas dapat menjadi cerminan pengendara motor di Jakarta ini. Betapa tidak teraturnya berkendara, seolah jalan menjadi miliknya sendiri. Kalo kata anak muda sekarang, memikirkannya membuat “cape deeh...”

Sesungguhnya keadaan lalu lintas itu bisa menjadi cerminan keadaan bangsa. Kita seharusnya malu jika melakukan hal “sradag srudug”, salip kanan kiri, kebut-kebutan tanpa perhitungan di jalan raya. Jalan raya adalah fasilitas untuk umum, maka sudah selayaknya kita menghargai sesama pengguna.

Memang di Jakarta belum ada jalar khusus motor seperti di Makassar, oleh sebab itu saya menghimbau kepada para pengendara motor sebaiknya mereka lebih berhati-hati dan lebih mengindahkan peraturan dan keadaan lalu-lintas yang mereka lalui. Jangan merasa aman dengan anggapan “kalo kejadian kecelakaan ama kendaraan yang lebih gede, pasti yang gedean yang disalahin”. Wah, kalo sudah begini, “cape deeeeeh.....”

Maylina, 23 Thn
Junior Consultant
Jakarta

Thursday, 7 June 2007

Planning Planning Planning


Oia, ada tambahan dikit dari blog sebelumnya. Gw karaokean lagi weekend kemaren, jadi tepatnya 4 weekend berturut2 gw nyumbang suara di Inul Vizta. Gileeeeeee....Kmrn personilnya lumayan banyak: Gw, Kaka, Ety, Nina, Pipink, Renald, Nanda.


Dan weekend ini pun masih ada ajakan karoke lagi, di daerah Darma wangsa, ada t4 karoke baru n si Nanda dapet voucher diskon. Tp kayanya kali ini gw absen dulu, mau ada janji ama tmn Marcus Evans, n mau nginep di t4 Fian di Setiabudi utk mematangkan rencana November. Otherwise gw bakal 5 weekend berturut2, nyanyiiiiii mulu. Bukannya dibayar, tp malah membayar:P.



Well, ok planning trip November nanti:


Kamis, 8 November jam 10-an pagi, sampe di KL. Jam 1 siangnya, lanjut flight ke Penang. Sampe di Penang jam 2an.


Dari Penang, naek taksi ke Komtar-George town (Penang itu kota batu loncatan ke Thailand).

Dari George Town, naek travel (minivan ber-AC) ke Koh Samui. Ada bbrp biro travel, n kita hrs pinter milih. Harganya sekitar 70MYR (joint ticket bus and ferry). Nah, ktnya kendaraan travel ini banyak compalin, get ready fo rthe worst ajah.


Rute yg bakal dilewatin adalah: Goerge Town- Hat Yai- Koh samui. (Hat Yai itu udah di Thailand, kota terdekat dr Malaysia). Antara Penang-HatYai melewati kantor imigrasi, bayar 1MYR. Perjalanan ke Hatyai ini makan waktu sekitar 2,5 jam. Jd jam 5-an sore udah di Hatyai.


Dari Hat Yai naek bus double-decker ke Koh Samui, yg ktnya joknya nyaman bgt. tp jam 9.30 malem baru jalan tuh busnya. Jd ada waktu sekitar 4 jam-an utk explore kota Hatyai. Perjalanan Hatyai-Koh Samui makan waktu sktr 7,5 jam-an. Nah, bisa tidur di jalan kan tuh.


Jam 5-an pagi (Jum'at) sampe di pelabuhan ferry. Trus naek ferry 2 jam, sampe di pelabuhan ferry Koh Samui. So, sekitar jam 7an lah sampe di pulau ketiga terbesar Thailand itu.

(sounds interesting, dlm sehari udah ada 2 stempel negara di paspor, jd pengen bgt travel di Europe)


Kita cari tempat utk istirahat, cuci muka or mandi dulu and MAKAN (pastinya). Trus baru explore pulau ini.

Diperkirakan jam 10an lah kita udah beres n siap explore Koh Samui. Nah selama di pulai ini kita ngapain aja???? mari kita temukan jawabannya.....Kalian pada reserach lah di internet, di pulau ini ada apa aja. Yg jls kt tmn gw yg udah pernah ke Samui sih, bagus bgt ni pulau.


Koh Samui ktnya tempat Full-Moon Party yg didatengin turis2 dr seluruh dunia. Kalo kita lg beruntung, tanggal 9 November pas full moon, mgkn bisa liat sebentar deh tuh party (liat loh ya, bukan gabung:P).

Ktnya partynya gila2an, abis party pada mabok trus orgy deh tuh orang2. Nah, drpd mupeng liat orang2 bisa ky gitu sedangkan kita yg msh punya iman ga mau ky gitu, malem harinya kita kudu udah pulang lagi ke Malaysia.


Diperkirakan jam 10 mlm, kita udah otw back. Jam 12 mlm udah di pelabuhan ferry. Jam 1 mlm semoga udah otw ke Hat Yai naek bus ky berangkatnya. Inget kan 7,5 jam di bis bisa dipake tidur.........


Sampe di Hatyai sekitar jam 8-an (Sabtu). Semoga....


Lanjut Hatyai-George Town, 2,5 jam by minivan. (inget ky berangkatnya kan). Hopefuly jam 11an udah di George Town.


George Town-Penang airport, by taxi ky brgktnya.


Penang- KL, ada flight jam 12.25. Sampe KL jam 1 lewat.


Check-in di hostel, ada yg sekitar 20MYR semalem, kalo kita booking sekarang by CC.

(Inget HOSTEL, bukan HOTEL. Sekamar bareng2 ama backpackers yg lain>>>standard backpackers murmer)

Nah, bisa istirahat dulu, makan n tidur di kasur pastinya. (fiuh.....for the first time since a few days ago right???)


Malemnya, baru kita begol dah tuh....cari dinner yg proper (bbrp hari kmrn pasti makan kita ga bener kan), trus cari hiburan malam, ngafe (tp ttp no alcohol, please), and pastinja poto2 secara norak-norak bergembira gitu dech :P.


Minggu pagi, siap2 pulang, beres2. (remember check-out around 12 o'clock)


After check-out, kita cari lunch truss lanjut dah tuh keliling kota plus kalo mau cari oleh2. Ampe malem dah kita di KL. Flight pulang jam 10-an kan.


Await for any additonal idea or suggestion.


===================================


Haduh, udah Jum'at lagi euy. Senangnya.......



Sabtu ini ada bbrp opsi: ke Depok, nengokin Wiwiek (kasian kamu say, pasti lg down bgt), sekalian dateng ke UI ada acara Gathering Goodwill International. Or, maen di Jkt ajah, udah lama ga jalan bareng si Ujub, sekalian gw jg blm traktir dia, lg pengen aja. Ada tawaran lain main ke Bogor, ada my lovely Tompi konser katanya. Tp konsernya jam 8 malem, which means harus nginep deh. Sounds impossible my mom will generously allow me to do so. Let see lah, option mana yg jadi.


Gada kerjaan pula nih di kantor..........Hoah.........

Wednesday, 30 May 2007

Meiku



Bulan Meiku kali ini terasa cepat sekali berlalu. Ga kerasa udah akhir bulan aja lagi.
Makin kerasa ketika dompet ko ya udah kosong lagi padahal belum lama ngambil lewat atm.

Yang gw inget, bulan Mei ini gw ga terlalu sibuk. Kerjaan dikitttt.....dan gw kebanyakan chatting and Friendsteran sembari buka situs2 berita on line kaya detik, kompas, jakarta post, media Indonesia, dll.
Ga heran di FS yg view profile gw hampir 200an. Selain krn bulan ultah gw, krn gw jg rajin update2, upload foto, kasih comment, nge blog dll.

Sampe-sampe Gw, Kaka, Indah, OO tercetus bikin IKCM (Ikatan Karyawan Chatting Mulu), secara setiap OL ko ya mereka jg lg OL dan chatting lah kita. Kadang2 conference and ngegosip bareng deh...:P

Kerjaan tuh kalo gw ga cari sendiri, emang gada. Jd gw inisiatif aja gitu. Abis ga betah diem aja and kaya makan gaji buta gitu. Kalo udah bener2 gada kerjaan gw research sendiri aja ttg kasus2 terkenal terdahulu, and mencoba mendalami politik di balik kejadian2 itu. Yah, itung2 supaya kalo gw diajak ngomong ttg politik ama bos2 gw itu, otak gw ga blank-blank bgt.

Hari ini (Rabu, 30 may 2007) gw disuruh analisa bbrp tulisan wartawan Ausie ditambah dr Jkt Pos and bbrp koran lokal, ttg kasus seorang pejabat kita yg dapet perlakuan tidak menyenangkan di OZ sana. Abis analisa, gw disuruh kasih saran pula. Halah, ga salah nih. Eniwei gw lahap lah semua naskah itu and mulai ngetik analisa and mikirin sarannya belakangan. Baca ini itu, compile sana sini, jadilah tulisan gw. Alhamdulillah si bapak mantan pejabat TNI AD itu kayanya puas. Cihuy....(Dia mau ngetes gw doank, apa rekomendasi gw bener bakal diajukan ke pejabat kita itu ya??)

Oiya, ada yg patut dicatat, di bulan Mei ini gw karaokean 3 kali pas weekend ke 2-4 (ups, gmn ga bangkrut kalo gitu). Soalnya weekend ke 1, gw di Jokja.

Minggu kedua personilnya: Gw, A Zen, Silvi
Minggu ketiga personilnya: Gw, Ditta, Rudi, Cibinong, Verra, Manda, Mida
Minggu keempat personilnya: Gw, Anto, A zen, Ully

Ga tau kenapa ga bosen2, asal ada yg ngajak karaoke ya pengen aja gitu. Karaoke hampir semua orang mau, even yg ga bisa nyanyi jg willing to join utk sekedar angguk2 kepala atau kasih applause bwt gw :P.
Abis ngajakin bowling, ga semua orang suka (s**t). Mau wall climbing jg ga banget deh di Jakarta. Mau Ice Skating gw yg ga bisa :P, tp anak2 jg jarang yg mau. Mau nonton my lovely Tompi ko ya mahal bangke. Mau nonton teater apalagi, sayang uang euy.

Selain karaoke, yg dapet temennya gampang ya nonton. Bln ini nonton Spidy 3 ama Fian di SB 1, Setiabudi.
Hmm....apalagi ya...kynya itu doang film yggw tonton.

Oia, ada cafe baru yg gw coba>>> Cali Deli Cafe di Jln. Surabaya, Menteng.
Enak....tapi ya........aga mahal.... menyajikan sandwich khas Vietnam and minuman2 enak termasuk Viet ice Blended.

Rencananya sih, mulai Juni gw kurangin maen and hura hura.

Mau ambil kelas fitness or tenis>>> mau survey alokasi budget, waktu dan accesibilitas dulu
atau kepikiran ambil Les Perancis di CCF >>>rencana udah lama sama Poppy yg blm kesampean coz jadwal kita susah cocoknya.

Yg jelas mau save money sebisa mungkin bwt trip KL, Genting, Singapore November nanti.....I'm coming....

Love life??? Hmm.....so so..... I'm not looking for love, but let love comes to me :)

Meiku oh Meiku kali ini.........

Monday, 14 May 2007

Jomblo is not a crime :P

Di lingkungan kerja gw yg sekarang, gw ga punya temen sepantaran yg bisa gw ajak ngobrol or sekedar sharing idea. Semua Bapa2 purnawirawan TNI. Yeah u know kalo udah purnawirawan umurnya udah lewat berapa. Dulu waktu masih aktif mereka pejabat2 tinggi and penting di negara tercinta (huex) kita ini. Skrg mereka sebagai pemantau politik, setim jg ama misi politik yg dijalanin bos gw n gw sbg pembantunya.

Kalo ngobrol dgn mereka, gw ga mau sembarangan mengeluarkan statement2 gw yg suka pake bahasa gaul bangke gitu :P. Gw hrs hati2 kalo ngomong yg berisi and ketauan pake otak ga sekedar ber yu ya yu.
Seru sih, gw jd banyak tau gosip2 di negara ini. Si menteri ini gini gitu, pejabat ini gini gitu, presiden, wapres, gubernur, dll. Seru lah. Mereka cukup percaya bahwa gw ga akan ember cerita kemana2 ttg gosip2 itu.
Mereka jg suka kasih gw wejangan2 gitu (biasanya during lunch time), dari yg santai sampe serius suka dibahas.

Secara kalo bos gw ga ada, gw adalah cewe satu2nya di sini, termuda and tercantik tentunya:P
And bos gw lebih sering ga adanya daripada adanya.
Jadilah gw bahan becandaan mereka. Gw ditanyain segala macem, status lah, apa lah.
Knowing me being single at the moment, mereka suka banget ngeledekin gw.
Kalo udah ngobrol ttg sesuatu, nantinya ada aja yg nyambung2in ama kata "jomblo" (mereka tdnya ga tau apa artinya, gw yg kstau, biar gaul dikit lah bapa2 itu:P)
Yg katanya gw mau dijodohin ama salah seorang anaknya purnawirawan ini lah, yg dikasih nasehat suruh punya banyak pacar lah, yg ngelarang pulang terlalu malem lah (ups, sory pak, kalo yg ini saya kadang2 doank, biasanya pulang pagi kok:P)

Well, gw lagi menikmati kejombloan ini....rasanya bebas aja gitu....
kalo kata Bang Roma: "...kemana-mana tak ada yg larang, hidup terasa ringan tanpa beban..."
Masih kata Bang Roma: "Terlalu"...........wakakakakakakaka

Walopun mantan gw dulu ga terlalu mengekang, tp keliatan dia suka jealous kalo gw jalan ama cowo lain dalam rangka apa pun. Jd gw hrs jaga diri jg.
Skrg mah, jalan ama sapa aja, sikat bleeehhh:P (kesannya liar gitu, padahal................)
Selagi ada yg ngajak and gw available, why not.....gw jg ga membatasi diri, jalan ama siapa aja.
Ama genk ini, genk itu, genk anu....because basicly i don't belong to any group (except my lovely dear IAAS group>>>>Ikatan Anak-anak Selebritis), but any group belongs to me:P. So it's up to me whether i want to join or not. Hehehe.....See how young, free and single I am. (kaya motto salah satu radio di bogor)

Jomblo is not a crime rite????

Wednesday, 9 May 2007

Answer all the questions

Gw bener2 ga tau apakah yg gw lakukan ini bener dan bagus untuk hidup gw ke depannya.

Sampe skrg masih banyak yg mempertanyakan ttg langkah gw ini. Di kantor sebelumnya, karir ke depannya jelas bagus bwt gw. Secara gw salah satu pioneer yang udah ditraining n diimport dari Singapore sana :P. Gw and seorang kolega bernama Arie, lebih berpengalaman dari semua employee di Indonesia. Kita jg dipercaya jd tulang punggung company ini di Indonesia. Intinya, sepulang ke Indonesia, kita jadi part of the management.

Walopun sales performance gw ga secemerlang Ari, tapi gw dapet kerjaan dan kepercayaan yg sama kaya Ari yg udah lebih senior. Jadi team leader yang harus memonitor KPI dan segala macem dari team members, memberi coaching kalo diperlukan, do call back untuk team members, interview calon karyawan baru, dll (di Singapore, tugas2 itu adalah tugas seorang manager or at least assistant manager).

Yg bikin males, mengerjakan semua kerjaan ekstra selain selling the event itu dengan tidak dibayar lebih. Jadi salary bener2 cuma basic salary plus comission. Gimana bisa focus untuk cari duit kalo disibukkan pula dgn hal2 spt itu.
I think there's something wrong wih the management.....Seharusnya kalo udah dipercaya utk melakukan semua pekerjaan manager spt itu, ada komisis lebih dunk.

Lagipula, kerjaannya adalah sales>>>>result and target oriented (do whatever u think u can to get the result). Kadang gw aga tersiksa dgn ajaran halalkan segala cara dgn ngebull-s**t sana sini, demi dollar......Man.....i'm not into it....
Kerjaan inti dari junior level sampe general manager sama, yaitu pitching...to get customers who want to buy our events. Kerjaan tambahan kalo uda asst. mgr ya itu tadi, leading team, coaching, interview, meeting, getting scolded,dll.

I don't want to do sales all my life.....jd gw pikir, sooner or later gw pasti resign dari company ini.
Nah, selagi ada kesempatan yg nawarin gw job ini (tanpa gw apply), ya gw ambil deh. Lagian ini dunia baru bgt bwt gw>>>>Politik booooooooooooooo
Yah, ga directly terlibat si gw di dunia politiknya, tp misinya politik.

Waktu bilang mau resign, senior manager gw keliatan kelimpungan. Dia mempertahankan gw mati2an (bukan GR yah, tp bener ko). Gw mau kasih resignation letter, dia masih ga mau terima, ditahan bbrp kali. Besoknya, gw uda males mau masuk kantor, dia masih nyuruh gw masuk lagi. Gw dipuji2 segala, ditawarin posisi baru, dll. I know how much they need me, but i've decided. If only you got better "treatment" to me.

Di kerjaan yg skrg ini, gw cuma staff biasa yg melakukan all kind of staff's stuffs :P
Bikin notulensi and laporan meeting, mengup-date diri dgn media massa (at least ada 15 koran yg gw harus baca tiap hari), on line mulu utk dapet berita terbaru (detik.com, kompas cyber media, okezone.com, dll), trus bikin rangkumannya deh, and bikin tabulasinya seberapa sering mereka memuat berita ttg a particular topic, dll.
Tapi yg istimewa adalah orang2 di sekeliling gw. Mereka dari kalangan ring 1 semua. Ga nyangka gw bisa ketemu ama orang2 yg biasa diwawancara di koran and tv kaya mereka dgn mudah. Gw harus pinter2 memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.

Sejauh ini gw suka kerjaan gw ini. Bingung mau dibilang sebagai apa. Junior consultant?? maybe that would be the closest best word to describe my occupation now (according to my boss)
Walopun gw harus mengorbankan sesuatu, yaitu penghasilan.
Penghasilan gw di sini ga sebesar yg gw dapet waktu di company sebelumnya. Well, mudah2an sih nantinya bakal naik, seiring makin complexnya kerjaan (ngarepppp:P). Gw jg harus kreatif cari penghasilan tambahan nih, secara niatnya November mau trip ke KL, Malaka, Genting, n kalo sempet ke Spore lg. 2008 niatnya ke Thailand, 2009 blm tau, 2010, 2011, dst....

Sebelumnya penghasilan gw bisa ga terbatas, tergantung sales performance. Pernah sekali waktu di Singapore, gw bisa dapet 2 digit sebulan. Sayangnya biaya hidup dan godaan bersenang2 di sana juga gede, jadi ga berasa banyak tu duit. Hehehe

As i said, walopun ga secemerlang Ari, tp gw cukup puas dgn penghasilan yg gw dapet. (catet....cukup puas, bukan puas ajah or puas banget:P. Tidak bermaksud sombong, tp considering i'm still young and just started a career, compared to Ari yg udah punya pengalaman kerja 2 tahun sblmnya, n udah s2 di Belanda segala, kayanya apa yg gw dapet udah lumayan lah. Ini juga dalam rangka menghilangkan underestimate yg selalu gw rasakan).

Well, senior2 gw selalu ngingetin bahwa money is not everything. yg penting kita enjoy dgn kerjaan, penghasilan insya Allah bakal ngikutin. Amiiin....

Lagipula, kesempatan ini blm tentu bakal dateng 2 kali. Jadi tim sukses presiden boooo......
Ga semua orang bisa dapet kesempatan ini.

Semoga bisa menjawab semua pertanyaan bertubi2 yg masih aja berdatangan ke gw....

Tuesday, 24 April 2007

Wall Climbing


Walah, ko ya tiba-tiba pengen wall climbing lagi....

Pertama kali nyobain wall climbing diajak ama Budi. Dia rutin setiap selasa and kamis di Tanjong Pagar. Suatu waktu after work gw ikut dia and ternyata asik juga. Di S'pore ada club wall climbing yg indoor and deket dari kantor, cuma beda 1 stasiun.

Budi udah kaya selebritis di club itu, kynya semua orang kenal dia, mulai dari orang di registrasi (gw jg dikenalin tp langsung lupa lagi siapa namanya :P), t4 ambil sepatu, even sesama climbers jg kenal.

Wall climbing butuh pusat tenaga di tangan n kaki. Gila man, pas gw nyoba bbrp wall dgn tingkat kesulitan beda2, gw sempet lost energy bener2.....zero energy...Gw ga bisa mencengkeram batunya, kaki jg ga bisa bertahan di batu yg gw tumpangin, lepas semuanya. (imagine kalo climb gunung and gada yg jagain dr bawah)
Saat itu gw nyerah and ga bisa ngelanjutin climb sampe puncak, tp si onyong yg jagain gw dari bawah ga mau nurunin gw, ktnya gw harus menuntaskan wall itu. Wuff...bener2 lemes gw waktu itu. Tapi kata si Budi onyong yg udah berpengalaman, gw cuma butuh rehat sebentar supaya tenaganya kumpul lagi.
Bener deh, stlh bbrp lama gw bergelantungan ga jelas di atas, gw mulai punya kekuatan lagi untuk ngelanjutin cimbing. And finally berhasil juga sampe puncak...puasssss rasanya...

Abis climbing, lanjut ke tempat makan roti prata di deket situ. Hm, gw biasanya ga gitu suka ama roti prata, tp di t4 ini beda, ada bbrp pilihan yg enak2. Gw nyobain roti bong (bener ga ya??lupa namanya) and minum teh tarik....hm...enak bgt, secara waktu itu bener2 butuh energi abis cape bgt (padahal gw cuma climb 4 wall).

Besoknya pas ngantor, tangan n kaki gw pegellllllllllllll bgt....secara udah lama ga olah raga trus langsung climbing.....kayanya makin jadi bengkak aja deh lengan gw. Tp gpp, yg penting fun....

Aduh nyong, di Indo susah ari tempat yg ky gitu. ktnya ada di Pondok indah tp outdoor, wah mau jadi apa kulit gw yg udah item ini. Ada paling di bbrp kampus, tp gw ga pede utk gabung gitu aja ke mahasiswa2nya (walopun muka gw masih ky mahasiswa:P), lagian gw masih pemula banget, tar gada yg megangin tali dari bawah, bisa jatuh gw.
Hm, bikin tali simpul sampe ngebentuk angka 8 jg gw udah lupa caranya tuh....

Thank Budi for giving me the experience. Lain kali kalo ad kesempatan lg gw mau euy.....
Wake boarding blm kesampean, gw uda keburu pulang nyong....

Setahun Kemarin........

Written on Oct 13, 2006

Teringat setahun lalu…..
Bulan Ramadhan setahun lalu, sebagai frseh graduate aku sedang gencar2nya cari kerja…
Sebelum pulang kampung, aku inget ada vacancy di salah satu perusahaan yg akan expand di Jakarta, n para applicants dengan status sbg trainee akan ditraining di Spore….
Cukup menarik perhatianku saat itu….
Setelah lebaran aku sempatkan mencari iklan itu lagi dan langsung apply….
2 minggu setelah apply, ada yg telpon dr luar negeri….interview by phone selama setengah jam.....
besoknya, ada panggilan interview salah satu bank swasta yg bonafide punya bow…
tp untuk posisi data entry and clerical work yg gw kurang suka (rutinitas dan lembur berrat sampe jam 10 malem tiap harinya)…tapi…dgn berbagai pertimbangan aku terima juga kerjaan ini, yah itung2 daripada nganggur bow:P
3 hari masuk kerja di bank itu, ada telpon lagi untuk interview di perushaan di
Singaporeitu…Sang GM akan terbang langsung dari
Singaporeke
Jakartautk interview
Interview berlangsung di Hotel Ritz
Carlton, penthouse bow…..
Dengan santainya aku jawab pertanyaan sang GM yg keturunan
Indiatapi gede di
Australiaitu….untuk keputusannya, dia suruh aku telpon ke kantornya di Spore besoknya.
Aku telpon sang GM di kantor Spore dan dinyatakan diterima…….bersama 4 orang teman dari
Indonesialainnya (Subhanallah, Alhamdulillah….dari 400 applicants, diambil 5 orang dan aku lolos)....Dengan berat hati, aku bikin resignation letter ke bank itu (coz sbnrnya bonyok menyayangkan hal itu)
Secara paspor belom punya bow, transkrip asli belum keluar, ijazah blm dilegalisisr n ditranslate…..aku pak pik puk melakukan semuanya itu…karena dlm seminggu ke depan aku sudah harus di Spore untuk memulai training…..
Alhamdulillah, walaupun dgn segala rintangan, semua urusan selesai dan tgl 5 Desember 2005 aku berangkat ke Spore….
Ketemu dengan 3 orang tmn lain baru pas di bandara, lagi nunggu pesawat…..
Tmn yg seorang lagi berangkat dari
Surabaya
Ketiga orang tmn setim itu namanya:
Hapsari (Lulusan UI Akuntansi)
Arie (S1 nya IPB, TPG angkatan 33 and S2 di Wageningen, Belanda)
Trijito (Lulusan Laboratory something di Philipine)
Kita belum deket, coz bener2 baru ketemu di bandara…just a simple chat with them…
Sampe di Changi airport, kita dijemput seorang supir taxi Mercedes (Wizzzz, perusahaan apaan nih jemput kita pake taxi mewah gini:P)
Aku dan Hapsari tinggal di condo yang sama dengan seorang manager perusahaan itu yg lagi exchange dari
Korea. Aku msh inget alamatnya:
Ulu Pandan Road, Pine Grove Condo, Block 1N #10-59…..
Arie n Trijito masih diurus condonya, untuk sementara mereka tinggal di Hotel
81 di Bencoolen Street, Bugis (Before we know that this is a”…………………..” hotel:P)
7 Desember 2005 adalah hari pertama training…..
Di kantor kita ketemu dgn seorang lagi dari Indo yg dari
Surabaya.
Namanya Adnan, lulusan Belanda (I always forget the name of the university) and Inggris (
Canterbury
College).
Ada3 orang lagi trainee yang orang Spore asli:
Anne (housewife yg enerjik bow)
Victor (lulusan SIM)
Isaac (Aktivis Sosial)
Aku sempet minder gitu, knowing that Indonesian teams are very high level….
But, I am here….i have to do my works….hell with my agricultural background that has nothing to do with this job…..
Hari-hari pertama di Spore aku dan Hapsari ga mau pisah kamar. Kita tidur sekamar padahal ada kamar kosong lain. Kita masih homesick bow, tiap malem cerita2 ttg rumah and ttg diri kita masing2. Sang manager dari
Korea, Catherine, sampe ketawa liat tingkah kita.
Stlh bbrp hari, condo para cowo selesai diurus, jadi dari hotel mereka pindah di daerah Chinese Garden, aku jg msh inget alamatnya: 43 Jurong East Avenue 1, Parc Oasis Condo, #4-06 Hibiscus.....
2 minggu kemudian masa exchange Catherine selesai, dia balik ke
Korea, tinggallah aku dan Hapsari di condo dengan 3 kamar itu. Aku pindah ke kamar ex Catherine yg ada kamar mandi di dalem, hehehe. Kamar di lantai bawah kosong…..sempet jadi kamar horor bwt kita berdua, tp lama2 udah biasa lah…
Di kantor, Aku dan Adnan jadi satu tim, di bawah team leader Claudia (orang Indo, tp udah lama di Spore)..dan bersama 1 teamate orang Spore (yg katanya ada keturunan Arab n Indo) namanya Kartini (see from her name??). Kartini orangnya complicated, unik, dandanannya selalu eye catching, dengan contact lens biru menyala, kadang dipadukan dengan tank top biru, jaket ping, tas coklat, sepatu boot, rambut keriting ikal ( can u imagine her….) but afterall, she is a nice friend:P
Hapsari dan Trijito setim dengan team leader Hardip Singh (Orang
Indiayg juga besar di Ausie). Teamate mereka Maureen dari
Philippines.
Arie masuk ke tim under Kevin, dengan rekan kerja yg kebetulan ko ya orang Indo semua (Budi, Roland and Erwin).
2 minggu pertama kerja, kami mulai mengobserve segala sesuatu ttg kerjaan dan perusahaan ini……
23 Desember adalah hari terakhir kerja sebelum libur
Nataln New Year.
Kerja cuma halfday….Aku, Sari, Arie, Jito, Adnan and Victor jalan ke Merlion park, foto2…(secara masih kaya turis:P) trus makan di
Marche,
Suntec
City.
1 week-holiday, we planned to explore
Singapore…..
Adnan went to
Thailandwith his families, so only me, Sari, Arie and Jito who stayed in Spore….
We went to
Science
Center, Mustafa, Funan,
Sentosa
Island(yg ternyata gitu doank:P)…aru dikit banget sih yg kita explore saat itu…secara blm familiar bow….
Hapsari maksa nonton film Perhaps Love, coz ada Takeshi Kanisiro
31 Desember 2005.....Something surprising happened
Continues to the next blog bow…..

Setahun kemarin (Part 2)

Written on Nov 4, 2006

Continues from previous blog....
31 Desember jam 10 malem Tiba2 seseorang mencet bel, Hapsari udah tidur so aku beranikan diri naik dan ngintip siapa orang itu. Aneh aja, aku belum kenal dengan tetangga di sini, jd siapa malem2 gini..... Ko kaya kenal......Ternyata si Jito....
Aku bukain pintu dan tanya ke dia, ngapain tumben malem2 gini....Jito cerita bahwa dia mau balik ke Indo besok flight jam 1...(Grompyang)....so sudden...padahal td siang kita hang out bareng di SCC tp dia ga bilang apa2. Dia cerita bahwa dlm 2 minggu kerja yg udah kita jalanin bareng, dia ngerasa ”this is not for me”…and he decided to quit…so, dia Cuma mau pamit aje. Aga kecewa sih, knp dia ga cerita sebelumnya, but what can I do lah bow…Keputusan Jito udah kuat, dia mau balik ke kerjaannya yg dulu di CNOOC. Hapsari jg kaget pas dibangunin n dikasihtau kabar ini…
Aku sempet berkaca2 setelah Jito keluar dr condo. Yg ada dlm pikiranku, kita dateng bareng2 kesini dan akan kembali ke Indo jg bareng2...dan skrg seorang tmn seperjuangan udah pergi...aku jadi ngerasa pesimis bgt….tapiiii kupikir 2 minggu msh terlalu dini untuk ambil keputusan, so I tried to survive.
Kepergian Jito membuat kita ber-4 (sisanya:P) sering diskusi n debat ttg kerjaan ini. Apalagi Singaporeans di batch kita jg udah habis....resign semua...wow what a high turn over bow. 2 minggu kemudian, Adnan resign. Tapi krn dia udah dapet kerjaan yg lain (hm…..why is it so easy for u to get a job here dear?)…..Dan akhirnya 2 minggu kemudiannya lagi (grammatical error nih) Hapsari jg resign…..(Dunia ini rasanya GROMPYANG banget dah). Dia tergiur dengan panggilan MT nya Bank Mandiri….Good Luck Sari…..
Damn......aku bercucuran air mata.....Saat aku udah membulatkan tekad utk survive krn ngerasa mampu ngejalanin ini dengan msh adanya temen seperjuangan, eh.....malah pada pergi gitu.... BUT.....i got a new experience bow… Pertama kali tinggal di luar negeri, TINGGAL SENDIRIAN di condo lumayan gede, do everything at home alone, gada tmn ngomong (secara ngomong udah jadi hobiku, n aku jg hrs cerita2 ttg segala sesuatu ama housemate), ga kenal tetangga, berangkat kerja masih remang2 and pulang pasti udah gelap….nyalain lampu, mandi, solat, nonton TV, SMS-an, Telpon2an SENDIRIAN…..
Seminggu…..i felt very-very terrible…..2 minggu I felt very terrible only….i talked to Siti about it, and she planned to move me to the same condo with Arie. tp lama2 ko ya biasa aja ya….SENDIRIAN…SO LO GITU WHAT :P At that time Ari udah ga di Chinese Garden. Dia jg udah pindah condo ke Cavenagh Road: Cavenangh Garden # 4- (forgot what room)…dia diminta Leon untuk nemenin, coz Leon takut jg sendirian. Leon Kong adalah slh satu trainee di divisi sponsorship, dia dari Shanghai. Awalnya dia dtg ber-3 ama Ronny (Chinese) and Brice (American yg lancar bhs Cina), but then again….They resigned…..
Di Cavenagh ada 4 kamar, since only Ari and Leon there, so I can move there. Aku dikasih master bedroom bow…gede and inside bathroom (Thank u Arie and Leon 4 ur understanding) Haha…another new experience….living with 2 guys bow…Cuek lah… at least aku ada tmn bicara di rumah…Oiya, condo di Chinese Garden ditempatin ama Shridar, seorang manager dari kantor Mumbai, India…Exchange 3 bulan jg di Singapore. Generally, Shridar baik, bertanggung jawab, jujur, adil (kaya Pemilu:P), berani…Pernah sekali aku dan Arie ditraktir makan di resto India di Boat Quay, dia banyak cerita gimana company ini secara lbh mendalam. I took it just for my information lah, jd tau gambaran company ini. Di resto ini dia hampir berantem ama waiternya coz mereka ga menyajikan makanan Indianya sebagaimana mestinya. In addition, Shridar vegetarian, harus makan makanan vegetarian India, suka minum2.
Tinggal di Cavenagh cukup enak…cumaaaaaaa……jalan ke stasiun Somerset nya bow…lumayan bakar energi buat diet yg manjur:P…pake nyebrang jembatan yg puanjang, udah gitu jalanannya naik turun, gada transport yg lewat Cavenagh road coz kita tetanggaan ama Istana Kepresidenan bow….Lebih lama jalan kaki ke stasiunnya daripada di keretanya. But, yg lain2nya oke lah….biaya transport jd lebih murah, Cuma $1.3 bolak-balik, cari makan gampang asal mau usaha dikit (ya jalan itu tadi:P). Tiap hari ngelewatin ORCHARD ROAD, surga belanjanya orang2 Indo yg pd shopping ke Singapore. Aku ga pernah nyangka, bisa ngelewatin jalan ini dengan sangat sering malah sehari dua kali...(sayangnya bukan buat shoping nyong, tp yaaa...krn itu jalan menuju stasiun:P)
Leon adalah sosok yg unik. Dia alarm orang sekantor. Kalo dia udah mulai berinteraksi ama decision maker di telpon, semua orang pada melek coz dialek Englishnya dia unik n volume suaranya itu lho.....cukup buat ngebangunin beruang yg lg hibernasi (agak hiperbol nih, tp maksudnya kuenceng bgt dah suara tu bocah:P). N kadang2 Leon suka nanya pertanyaan2 konyol ke direktur2 itu: ”Ow, u’re in London now, are u in UK ? ”......”Good Morning Madam” (jelas2 dia ngomong ke cowo getoooo)…..”Hi, is this Mr John SPIKING?” ….”My name is Leon, L-E-O-N, not LION”……
Tapi dgn kekocakannya itu, dia sering dapet deal lho bow…..Tapi kalo di rumah…..Leon masih sangat childish (maap ya Leon, mumpung lo ga ngerti kan hehe)…Dia sama sekali ga bisa melakukan house keeping. No wonder kamarnya kotor buanget…Baju2nya ga pernah disetrika... Kalo weekend bisa tidur sampe jam 1 siang... Aku n Arie yg giliran ngebersihin condo.
Hell I don’t care with the job….apalagi aku dapet event laknat ituh….hixxx….
Singkat cerita, Shridar udah balik ke India lg. Kontrak condo di Cavenagh itu udah mau abis, kita rencananya dipindahin lagi di Chinese Garden (Dueng……Jauh bangke)…Pak GM bilang, dia ga suka ama condo di Cavenagh coz gada fasilitas….Emang sih..tp sebenernya kita ga peduli, yg penting deket ke kantor n gampang cari makan….Katanya di Chinese Garden lebih lengkap, ada swimming pool, tennis court, gym, squash, jogging track dll…..Thanx anyway…but FYI…KITA GA PERNAH PAKE FASILITAS ITU…Cuma ke gym sekali doang…..sisanya….kalo ada waktu luang, kita pake istirahat, tidur or hang out lah yaaaa….
Singkat cerita lagi......Aku, Arie n Leon tinggal di Chinese Garden….Kita tinggal bertiga tapi jarang ketemu, kecuali pagi berangkat bareng n pulang kadang2 bareng. Weekend kita punya agenda masing2 bow......Singkat lagi, Leon kembali ke negaranya....Tinggal lah aku dan Arie di Chinese garden itu.
Adnan kayanya semakin menikmati job barunya. Dia kerja di salah satu company di Expo, deket Changi…dapet job di business development emang kayanya cuco’ bwt dia. Awal2 si dia cerita enaknya…..tapi ko lama2 lebih sering complain nya ya….kerjaannya buanyak, so hectic n tiap hari paling cepet pulang jam 6.
Aku lupa kapan mulainya, tapi aku n Adnan jadi sering ketemuan jalan Jum’at malem or Sabtunya, n biasanya lanjut sampe minggunya jg kita jalan...Ya sekedar curhat, ngomel2 soal kerjaan, cerita ngalor ngidul, saling ngehina, ngejelek2in orang (ups:P), dll. Kalo Jum’at malem dia ga nelpon, sabtu paginya jam 10an nelpon dah (huh, di saat2 aku lagi ngebabu tuh, vakum kamar, ngepel, nyuci baju, dll)… Dia ngatain aku ga seru coz weekend di rumah aja. (YEEE….maunya juga hang out, tp sabtu pagi tuh sayang kalo harus bangun pagi2:P. Abis solat subuh, tidur lagi sampe puas...itu the best dah)…Awal2nya jalan bareng Adnan lebih sering nyebelinnya daripada menyenangkannya. Dia egois (sampe skrg jg sih:P), ga mau ngalah, suka ngotot, nyebelin dah pokonya. Makanya kalo kita lg jalan ber-3 (Arie, Aku n Adnan), Arie n Adnan sering bgt debat yg bikin aku puseeeeng n mendingan ga ikutan deh. Aku sering ngalah, walopun sekali2 juga ga mau kalah.
Waktu Great Singapore Sale, Adnan selalu belanja kalo weekend…Favoritnya: SISLEY di Paragon…sebenernya BRITISH INDIA juga, tapi susah dapet ukurannya. British India tu guede2 bgt. Kadang dia lupa udah beli baju yg ini blm ya??trus ada model sama tapi beda warna juga kadang diembat….Dasar cowo shopaholic….(hahaha, Adnan jg mengakuinya tapi Cuma saat sale ko…wakaka).
Singkat cerita (lagi-lagi)...Tim kerja ku berganti dan berganti personel...Aku n Claudia tetep, plus Budi (talk about him later). Kartini berganti Karen, berganti Divia.....dan terkahir berganti Suchita (talk about her later)...Sekarang tim di bawah Claud pindah posisi di meja Kevin. Gillaaaa, semenjak pindah n duduk di samping Budi, kerja tuh jadi less stress krn less serius, yah ambil enjoynya aja lah...coz krn kerelax-an ini kita sering dikeramas n creambath se tim :P....(siapa tukang salonnya hayo?:P)….. Di meja ini asik lah…compared with before…arrghh…..Personel relax adalah: Budi (Chairman), Roland (Deputy), Aku, (Penggembira), Rachel alias R-H (rika-pobresito:P), Maricel alias Ate (Grabenaito:P), Kevin (statusnya ga jelas, coz nota bene dia manager, tapi suka ikut2an kita kalo lagi relax ria, hehe)…We are the best relax team ever….. team laen mana bisa becandaan sampe ngakak kaya kita….:P
It's a wrap for this blog, i'll continue next time...

All happiness

Written on Dec 12, 2006

After that day....(what day???)
I got much bless and happiness....
Hang out to Hard Rock, initially only want to watch Tompi....but i was so lucky, there was a quiz that we have to answer the artist and the song title..hahaha....so easy...secara walopun gw kurang gaul, tp sering digauli:P.....
And......finally i got the prize....new HP bow...Alhamdulillah......
It doesn't stop there......
In our office Christmast party, there was an award for the top sales performance...eh, ga nyangka bow.....eik kepilih...dapet deh piala berlapis emas ituh (really???:P)
Trussss....ada door prize kan yaa....eh......gw dapet lagi 1st prize nya.....nginep di InterContinental bow....Alhamdulillaah....
Thank God, after that sorrow You give me a lot of happiness....
It makes me stronger, and stronger, and stronger......
Forget that sorrow, it's not a sorrow anyway...
It is a puzzle of life.....
Maybe he is just not the best for me.....

I am overload....

Written on January 6, 2007


Starting the day with a debate with a managing director from a company in Papua New Guinea…..He doesn’t know about the case that I am having with his executive manager. I explained from the very beginning.
3 of his managers registered to one of my event in Jakarta, and the amount that they have to pay is USD 4455. Actually, it doesn’t matter for them BUT the flight and accommodation does really matter. There is no direct flight from Port Moresby to Jakarta, so they have to go to Brisbane first, and then to Jakarta. Worse, there is no direct flight from Jakarta to Port Moresby. They have to go to Singapore first and then to Brisbane, then to Port Moresby (wow……I just knew it).
Considering they are sending 3 people, I talked to the principal training officer, it will take about USD 17. 000. It is definitely not a small amount of money…
But they signed the sales contract already, so that means they have to pay.
After debating for 15 minutes on the phone, the MD still can’t make a decision to pay because he is not involved in signing the contract…He doesn’t want me to follow up with him again, and asks me to follow up with one of his executive manager. The executive manager is like avoiding me, doesn’t even want to answer my call.
My senior manager keep on asking me to chase the payment, by hook or by crook….I do understand about that, once a contract is signed, it has to be paid. But I don’t know what to do with this…..damn…..one side I am afraid to talk with that guy again, but on the other side I feel challenged to solve this problem……GRRRRHHH…………L
I was asked to send the invoice by email, BUT the Kuala Lumpur Data Base was down, so the administrator can’t issue this invoice. Means I have to wait……
Susie, from InterContinental hotel called and said that the hotel can’t issue a new copy of the voucher. She asked me to coordinate with the operation side of Marcus Evans in KL to search for it again. When I called Honey in KL, she doesn’t even have heart to ask her manager to find it. Her manager is like a cold-blooded killer. Hahahaha….hari gini masih ada pembunuh berdarah dingin:P………….It means I still can’t utilize the voucher to stay in that hotel….hix…..
Elyna from KL called and talking like she is my boss….Bloody hell this lady…..She is still new in Marcus Evans and she scolded me like mad for the things that are not my fault…..sh**t.
Adora (also from KL) called and asked about potential deals that might come for me. I said, I can’t promise because all the potentials rejected me already.
Poppy SMS, asked me to send one of my CV and cover letter. She would like to apply for a new job. It is not a common thing for me to share a CV. (Malu bow….CV gw gada apa2nya:P)
Nina kept on asking by phone or SMS about our plan in this weekend. In fact, I still can’t get the voucher dear….
Sending several emails to the clients, the phone rang again and I had to answer. Claudia directly closed the program that I am using, and she sent her emails……OMG, I haven’t even finished my work…..GRRRRH……………..But I was too busy to complain to her….Let her lah…I just did it after working hours….
Fian SMS and keep on calling, asking about our plan for tonight. Dinner and chat……
My salary still not in yetL
Thank God, today is over…………